Kalla la illam yantahu la nasfa’am bin nasiyah
Artinya ; “sekali-kali tidak! Sungguh, jika dia tidak berenti (berbuat demikian) niscaya kami tarik ubun-ubunnya, (ke dalam neraka),”
Nasiyatin kazi batin khaatiyah
Artinya : “(yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan dan durhaka.”
Fal yad’u naadiyah
Artinya : “Maka biarlah dia memanggil golongannya (untuk menolongnya).”
Sanad ‘uz zabaaniyah
Artinya : “Kelak kami akan memanggil Malaikat Zabaniyah, (penyiksa orang-orang yang berdosa).”
Baca Juga:Baca Surah Al Kahfi ayat 1-10, Niscaya Kita Akan Terlindung dari Dajjal
Kalla: la tuti’hu wasjud waqtarib
Artinya : “sekali-kali tidak! Janganlah kamu patuh kepadanya: dan sujudlah serta dekatkanlah (dirimu kepada Allah).”
2. Sejarah Turunnya surah Al Alaq
Surah Al Alaq 1-5 merupakan wahyu pertama yang diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril. Surat ini diturunkan pada 16 Agustus 610 Masehi.
Saat itu Nabi Muhammad SAW berusia 40 tahun. Di saat itu, seluruh umat manusia sedang diliputi oleh kesesatan yang sulit diperbaiki. Termasuk penduduk Kota Mekkah. Mereka tenggelam dalam kebejatan dan kemusyrikan. Hal tersebut membuat Nabi Muhammad SAW sedih dan gelisah.
Akhirnya beliau mengasingkan diri ke Gua Hira selama beberapa hari tanpa pulang ke rumah. Di sana, Nabi Muhammad SAW tenggelam dalam bermunajat kepada Allah, ia didatangi oleh Malaikat Jibril yang membawa perintah dari Allah SWT untuk menyampaikan wahyu pertama, Yaitu Surah Al Alaq ayat 1-5.
3. Kandungan Surah Al Alaq
Ada beberapa kandungan dalam surah Al Alaq 1-5 yang dapat dipetik untuk dijadikan bekal di kehidupan sehari-hari selama di dunia.
Baca Juga:Bacaan Surah Al Maun dan Artinya, Lengkap dengan Tulisan Latin dan Arab
Menyebut Nama Allah
Dalam surah Al Alaq terkandung perintah untuk umat Islam agar selalu menyebut nama Allah SWT dalam setiap kegiatannya. Dengan menyebut nama Allah, keimanan akan meningkat karena segala aktivitas yang dilakukan murni karena Allah SWT.