alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Barbarnya Pendekar Silat di Gresik Diduga Terkait Aksi Ribuan Pendekar PSHT di Mojokerto

Muhammad Taufiq Selasa, 23 November 2021 | 19:50 WIB

Barbarnya Pendekar Silat di Gresik Diduga Terkait Aksi Ribuan Pendekar PSHT di Mojokerto
Kondisi pos kamling di Gresik, Jawa Timur rusak didugua ulah pendekar, Selasa (23/11/2021). [SuaraJatim.id/ Amin Alamsyah] 

Perilaku barbar ditunjukkan pendekar silat di Gresik Jawa Timur. Mereka terlibat perusakan dan penjarahan rumah warga di Desa Kedungsumber, Senin (22/11/2021).

SuaraJatim.id - Perilaku barbar ditunjukkan pendekar silat di Gresik Jawa Timur. Mereka terlibat perusakan dan penjarahan rumah warga di Desa Kedungsumber, Senin (22/11/2021).

Lima orang sudah diamankan oleh kepolisian setempat. Para pendekar ini datang dari luar Gresik, yakni dari Lamongan dan Bojonegoro. Aksi barbar para pendekar itu diduga terkait solidaritas aksi ribuan pendekar PSHT di Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto.

Seperti diberitakan, di malam yang sama ada ribuan pesilat Setia Hati Terate (PSHT) memblokir jalan di Dawarblandong Mojokerto. Mereka menuntut polisi menyelidiki dugaan kasus penganiayaan yang menimpa warganya.

Seperti diungkapkan Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Azis, kelima orang yang diamankan berkaitan dengan tindak anarkis para pendekar silat di Desa Kedungsumber.

Baca Juga: Pendekar Berulah Anarkis di Gresik, Lima Orang Diamankan Polisi

"Ada 45 orang yang kami amankan tadi malam. Cuma yang lima masih kami periksa lebih lanjut. Sedangkan lainnya dilepaskan (dibebaskan) karena tidak terbukti ikut melakukan kerusuhan," kata AKBP Azis, Selasa (23/11/2021).

"Kejadian ini imbas dari aksi solidaritas yang dilakukan perguruan silat (PSHT) di Dawarblandong Mojokerto. Ketika pulang lewat Balongpanggang mereka melakukan kerusuhan," ujarnya menegaskan.

Sementara itu Kepala Desa Kedungsumber Wahono Yudo menyebutkan, ada sebanyak 18 rumah yang menjadi korban sasaran gerombolan pendekar itu. Rata-rata rumah warga dilempari batu dan satu motor milik warga sempat dibakar.

Diceritakan, kejadian mencekamkan itu berlangsung mulai pukul 22.00 Wib. Ada ratusan orang berpakaian serba hitam melakukan perusakan dengan cara melempar batu ke rumah-rumah warga.

Tindakan anarkis itu membuat warga ketakutan dan menutup rapat pintu rumahnya. "Seperti hujan batu. Kaca jendela pecah semua. Warga ketakutan mengunci rumah rapat-rapat," katanya.

Baca Juga: Diduga Gerombolan Pendekar Berulah, 18 Rumah di Gresik Rusak Dihujani Batu

Selain melempari rumah warga, satu pos kampling di Rt 5, RW 1 juga ikut terbakar. Menurut Wahono, tempat pos kampling itu tidak langsung dibakar.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait