alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Diduga Gerombolan Pendekar Berulah, 18 Rumah di Gresik Rusak Dihujani Batu

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan Selasa, 23 November 2021 | 15:07 WIB

Diduga Gerombolan Pendekar Berulah, 18 Rumah di Gresik Rusak Dihujani Batu
Kondisi pos kamling di Gresik, Jawa Timur rusak didugua ulah pendekar, Selasa (23/11/2021). [SuaraJatim.id/ Amin Alamsyah] 

Aksi anarkis, pada Senin (22/11/2021) malam itu juga mengakibat pos kamling setempat rusak parah dan dibakar.

SuaraJatim.id - Sedikitnya 18 rumah di Desa Kedungsumber, Gresik, Jawa Timur rusak dihujani batu. Penyebabnya diduga ulah gerombolan pendekar.

Aksi anarkis, pada Senin (22/11/2021) malam itu juga mengakibat pos kamling setempat rusak parah dan dibakar. Sekelompok pendekar tersebut diduga masih berkaitan dengan aksi di Polsek Dawarblandong, Mojokerto. 

Kejadian mencekamkan itu disaksikan oleh salah seorang warga setempat. Ada ratusan orang berpakaian serba hitam melakukan perusakan. Tindakan anarkis itu membuat warga ketakutan. Rata-rata mereka menutup rapat pintu rumahnya. Namun hal itu tidak membuat para gerombolan itu berhenti. 

Mereka semakin menjadi-jadi. Setidaknya dalam catatan Kepala Desa Kedungsumber Wahono Yudo, ada sebanyak 18 rumah yang menjadi korban sasaran gerombolan pendekar itu. Rata-rata rumah warga dilempari batu dan satu motor korban sempat dibkar. 

Baca Juga: Pendekar Bikin Rusuh Lagi di Lamongan, Secara Kewilayahan Perguruan Bakal Dibekukan

"Kejadiannya pukul 21.00 Wib, seperti hujan batu. Kaca jendela pecah semua. Warga ketakutan mengunci rumah rapat-rapat," kata Wahono, Selasa (23/11/2021). 

Selain melempari rumah warga, satu pos kampling di Rt 5, RW 1 juga ikut terbakar. Menurut Wahono, tempat pos kampling itu tidak langsung dibakar. Para perusuh itu lebih dulu melempari Tv dan kaca tempat warga berjaga kalau malam. Nahasnya, barang eletronik itu memunculkan percikan lalu membakar isi pos kampling. 

Terlihat di dalam pos kamling berantakan. Foto Presiden Jokowi yang semula terpasang di dinding hampir saja terbakar. 

"Jadi kayak meletus karena yang dipukul itu meteran listrik. Ditambah di dalamnya ada kasur jadi cepat terbakar," terangnya. 

Salah satu warga Arifin yang tinggal di dekat pos menuturkan lapak bensin miliknya tak luput dari aksi penjarahan. Sebanyak 15 botol ludes diambil para perusuh itu. Tidak hanya itu, kaca jendela rumahnya juga ikut dipecah. Dilempar batu. 

Baca Juga: Ini Nih Tampang 9 Pendekar Silat yang Terlibat Bentrok di Lamongan

"Sepertinya dibuat lempar-lemparan. Saya tidak tahu persis, sebagian dilempar di jalan dan pos," bebernya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait