Surah Abasa, Pengertian Hingga Peringatan untuk Saling Menghargai

Surat ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 42 ayat. Dinamakan Abasa yang diambil dari kata Abasa yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Pebriansyah Ariefana
Kamis, 25 November 2021 | 17:05 WIB
Surah Abasa, Pengertian Hingga Peringatan untuk Saling Menghargai
Ilustrasi berdoa (Pixabay)

SuaraJatim.id - Surah Abasa. Abasa jika diartikan, yakni mengumpulkan kulit yang ada diantara dua mata dan kulit dahi, yaitu mengerutkan dahi dan bermuka masam.

Surat ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 42 ayat. Dinamakan Abasa yang diambil dari kata Abasa yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

beberapa dari 42 ayat surah Abasa ini, berisi tentang peringatan Allah kepada Nabi Muhammad SAW. Banyak peringatan dari Allah didalam Al Quran agar akhlak Rasulullah sebagai manusia pilihan tetap terjaga, salah satunya dalam surah Abasa ini.

Lalu peringatan seperti apa dari Allah melalui surah Abasa ini? Dan apa sebabnya surah ini diturunkan oleh Allah?

Baca Juga:Keutamaan Surah Al Fajr: Doa Diampuni dan Jadi Cahaya Saat Hari Kiamat, Masya Allah!

Untuk mengetahui lebih lengkapnya, berikut ini penjelasannya, yang telah dirangkum dari beberapa sumber.

Sebab Turunnya Surah Abasa

Rasulullah sedang bertemu dengan beberapa orang terkemuka Quraisy (Utbah bin Rabi’ah, Abu jahal bin Hisyam, Abbas bin Abdul Muthalib) untuk menjelaskan Islam kepada mereka. Saat itu, masuklah seorang laki-laki buta Abdullah bin Ummi Maktum. Dia memasuki ke dalam ruangan dengan tangan meraba-raba.

Orang buta tersebut memohon kepada Nabi agar diajarkan beberapa ayat Al Quran. Mungkin karena terganggu dengan kehadiran orang buta tersebut, Nabi Muhammad terlihat bermuka masam.

Permintaan orang buta tersebut tidak dihiraukan oleh Nabi Muhammad. Ia tetap melanjutkan pembahsan dengan para pemuka Quraisy. Setelah itu, Rasulullah pulang. Dan turunlah ayat ini,”Dia Bermuka masam dan berpaling”.

Baca Juga:Surah Al Balad: Keutamaan Jika Membaca Jadi Orang Saleh dan Diterima Allah di Akhirat

Setelah ayat itu turun, sadarlah Rasulullah akan kekhilafannya tersebut. Kemudian dia segera mendatangi Ibnu Ummi Maktum dan memperkenankan apa yang dia minta.

Kemudian ia menjadi orang yang sangat di sayangi Rasulullah. Dimana saja bertemu dengan Ibnu Ummi Maktum, dia selalu menunjukan muka yang jernih berseri kepadanya.

Manusia Buta Yang Disayangi Rasulullah

Abdullah bin Ummi Maktum, merupakan sosok manusia buta yang turut hijtrah dengan Nabi ke Madinah. Dia merupakan satu-satunya manusia buta yang pernah diangkat Rasulullah menjadi wakilnya, menjadi imam di Madinah ketika beliau bepergian. Ibu dari Ibnu Ummi Maktum merupakan saudara kandung dari ibu yang melahirkan Siti Khadijah (Istri Rasulullah).

Di Madinah, Ibnu Ummi Maktum menjadi salah seorang muazin yang diangkat Rasulullah, selain bilal. Pada zaman pemerintahan Umar bin Khatthab, dia turut dalam peperangan di Qadisiyah, ketika penaklukan negeri Persia, dibawah pimpinan Sa’ad bin Abu Waqqash.

Bacaan Surah Abasa ayat 1-11

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini