alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Warga Jember Batal Cari Ikan, Kaget Malah Temukan Mayat Perempuan

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan Jum'at, 03 Desember 2021 | 06:27 WIB

Warga Jember Batal Cari Ikan, Kaget Malah Temukan Mayat Perempuan
Ilustrasi penemuan mayat di Jember. [suara.com/Yunita Susan]

Penemuan mayat itu bermula dari warga yang hendak mencari ikan.

SuaraJatim.id - Warga Desa Karanganyar, Kecamatan Ambulu, Jember digemparkan penemuan mayat perempuan. Polisi setempat masih melakukan penyelidikan.

Kapolsek Ambulu AKP Ma'ruf mengatakan, kronologis penemuan mayat bermula saat saksi warga bernama Azis sedang mencari ikan di sungai. Persisnya di area persawahan Dusun Sentong, Desa Karanganyar, Kecamatan Ambulu. Saksi terkejut saat menemukan sesosok tubuh perempuan tergeletak dengan posisi tengkurap. 

"Awalnya itu ditemukan Azis bersama dua temannya, saat itu sedang mencari ikan, (saksi) terkejut melihat mayat tengkurap di sungai," kata AKP Ma'ruf, Kamis (2/12/2021). 

Saat ditemukan sekitar pukul 13.00 siang itu, lanjut dia, tidak ditemukan dokumen atau kartu identitas korban. Pihaknya kemudian mengevakuasi mayat tersebut ke puskesmas terdekat. 

Baca Juga: Jalan Masuk Pondok yang Diblokade Calon Kades Kalah di Jember Sudah Dibongkar Polisi

Berdasar hasil pemeriksaan sementara, belum ada indikasi yang mengarah pada dugaan korban pembunuhan.

"Dari hasil visum tidak ditemukan adanya luka, akibat penganiayaan maupun bekas benda tumpul atau tajam," jelasnya.

Setelah tersiar kabar adanya penemuan mayat itu, kemudian ada warga yang menyatakan itu keluarganya. Kemudian terungkap mayat perempuan berumur 24 tahun itu bernama Poni Agustin Sanjaya, warga asal Desa Jatisari, Kecamatan Jenggawah, Jember. 

"Korban yang diperkirakan meninggal sekitar 12 jam mengalami bengkak," terang Ma'ruf. 

Dari hasil keterangan keluarga, ternyata korban mengidap epilepsi, sehingga pihak keluarga menolak adanya auotopsi.

Baca Juga: Kalah Pilkades, Calon Kades Petahana di Jember Blokade Akses Jalan Pesantren

"Karena mengetahui jika korban memiliki penyakit bawaan epilepsi, dan langsung dimakamkan," tambahnya.

Kontributor : Adi Permana

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait