alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Sejarah Gunung Semeru, Tercatat Delapan Kali Letusan Jelang Natal 2002

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan Sabtu, 04 Desember 2021 | 19:01 WIB

Sejarah Gunung Semeru, Tercatat Delapan Kali Letusan Jelang Natal 2002
Gunung Semeru 4 Kali Muntahkan Lava Pijar, Status Level II Waspada-- sejarah letusan Gunung Semeru. [Instagram/@bbtnbromotenggersemeru]

Sejarah letusan Gunung Semeru, Jawa Timur.

SuaraJatim.id - Gunung Semeru kembali meletus pada Sabtu (4/12/2021). Aktivitas erupsi yang terjadi mengakibatkan muntahan awan panas dan lahar dingin. Pada letusan hari ini, Gunung Semeru mengeluarkan asap pekat berwarna abu-abu berukuran besar.

Banyak warga yang panik dan was-was akibat aktivas letusan ini. Meletusnya Gunung Semeru terjadi pada pukul 15:00 WIB.

Gunung Semeru yang berketinggian 3.676 Mdpl itu juga mengakibatkan hujan abu di sekitar Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Lumajang.

Aktivitas gunung yang ada di Kabupaten Lumajang itu memang sering mengalami aktivitas vulkanik. Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini sejarah letusan Gunung Semeru:

Baca Juga: Gubernur Khofifah Instruksikan Evakuasi Warga Terdampak Erupsi Gunung Semeru

  1. Pada 8 November tahun 1818 merupakan pertama kali Gunung Semeru meletus dan mengeluarkan awan panas dan lahar dingin
  2. Lalu pada 2 Februari 1994, pada tahun ini tercatat Gunung Semeru meletus 4 kali. Letusan ini menimbulkan asap putih tebal dengan ketinggian 500 meter.
  3. Setelah itu terjadi lagi pada 23 Desember 2002, pada tahun ini tercata 8 kali Gunung Semeru meletus. Dan letusan yang bertepatan pada peringatan hari natal tercatat yang paling besar.
  4. Pada 1 Desember 2020 tahun lalu, Gunung Semeru juga meletus. Aktivitas erupsi dari Gunung Semeru mengeluarkan awan panas dengan jarak luncur hingga 2 kilometer sampai 11 kilometer.
  5. Dan pada hari ini, Sabtu (4/12/2021) Gunung Semeru kembali meletus. Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, hanya saja banyak orang yang dievakuasi untuk menjaih dari Gunung Semeru.

Kontributor : Agung Kurniawan

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait