alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Cahaya Terang Menuntun Manaf Selamat dari Erupsi Gunung Semeru

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan Minggu, 05 Desember 2021 | 08:58 WIB

Cahaya Terang Menuntun Manaf Selamat dari Erupsi Gunung Semeru
Kondisi pasca Erupsi Gunung Semeru di Kecamatan Pronojiwo Kabupaten Lumajang, Minggu (5/12/2021). [SuaraMalang.id/Bob Bimantara Leander]

Kisah warga yang selamat dari letusan Gunung Semeru, pada Sabtu (4/12/2021).

SuaraJatim.id - Abdul Manaf (54) warga Dusun Sumbersari, Desa Supiturang Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang merupakan salah satu warga yang selamat dari erupsi Gunung Semeru, Sabtu (4/11/2021).

Manaf menceritakan, waktu erupsi terjadi suasana, sore di dusunnya dalam hitungan detik mendadak gelap.

"Waktu itu kayak malam hari udah gelap pokoknya padahal masih sore," kata dia ditemui di masjid Desa Supiturang yang dijadikan lokasi pengungsian, Minggu (5/12/2021).

Manaf menjelaskan, kala erupsi terjadi, kondisi mendadak gelap itu diyakininya akibat Gunung Semeru. Benar saja, awan pekat atau awan panas terlihat meluncur, Manaf bergegas menyeret istri dan anaknya masuk ke rumah.

Baca Juga: Ini Daftar Nama 38 Korban Luka Bakar Akibat Erupsi Gunung Semeru

"Dan saya kan waktu itu sedang beraktivitas. Waktu itu larva sudah turun ternyata ada hujan dikit ikut bawah juga," kata dia.

Manaf mengaku hanya bisa pasrah kepada Sang Kuasa kala erupsi menerjang rumahnya.

"Saya sudah pasrah waktu itu dalam artian sudah menyerahkan sepenuhnya nasib saya," papar dia.

Namun mukjizat terjadi, sesaat kemudian Manaf melihat secercah cahaya. Guyuran abu vulkanik Gunung Semeru juga mulai menipis. Ia kemudian memberanikan diri keluar menyelamatkan diri bersama keluarga.

"Dan waktu itu saya kabur langsung membawa sepeda motor dengan anak dan istri saya juga," ujarnya.

Baca Juga: Lima Lokasi Pengungsian Erupsi Gunung Semeru di Pronojiwo Butuh Alas Tidur

Kurang lebih empat kilometer jaraknya dari rumah, Manaf mendapati masjid yang dirasa aman sebagai tempat berlindung. Kekinian, masjid ini menjadi titik pengungsian sementara bersama warga terdampak lainnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait