Sejarah Kabupaten Pasuruan, Tempat Tumbuh Tanaman Suruh

Salah satu Kabupaten di Provinsi Jawa Timur dengan pusat pemerintahan berada di Bangil.

Pebriansyah Ariefana
Senin, 06 Desember 2021 | 13:38 WIB
Sejarah Kabupaten Pasuruan, Tempat Tumbuh Tanaman Suruh
Kabupaten Pasuruan

Pada masa Kolonial Belanda, berdasarkan Staatblad 1900 No. 334 tanggal 1 Januari 1901 dibentuklah Kabupaten Pasoeroean yang berbatasan dengan Madura, Laut Hindia, dan di bagian barat berbatasan dengan Residen Kediri dan Surabaya.

Setelah melalui kajian diperoleh lima kriteria dalam penetapan hari jadi yang disetujui oleh masyarakat Pasoeroean yakni :

  1. Adanya periode sejarah tertua
  2. Bukti tertulis dan peninggalan yang tertua
  3. Pemukiman yang tertua
  4. Struktur pemerintahan tertua dan bersifat Indonesia – Sentris
  5. Menunjukkan kebanggaan pada peradaban lokal

Maka pada hari Jumat Pahing, 18 September 929 M didapatlah hari kelahiran Kabupaten Pasoeroean berdasarkan dari Prasasti Cungrang / Sukci yang terletak di Dusun Sukci, Desa Bulusari, Kecamatan Gempol.

Kabupaten yang dijuluki Kota pegunungan ini dikenal sebagai daerah perindustrian, pertanian, dan tujuan wisata.

Baca Juga:Sejarah Kabupaten Pamekasan dan Kisah Raja Ronggosukowati

Dalam perekonomian Kabupaten Pasuruan memiliki visi dan misi yaitu mewujudkan ketahanan pangan, mewujudkan kesejahteraan petani, meningkatkan tata kelola dinas yang transparan dan professional dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Kabupaten Kota Pasuruan mendapat julukan sebagai kota santri, sehingga seni dan budaya di daerah ini banyak dijumpai nuansa Islami.

Terdapat beberapa ciri khas daerah Kabupaten Pasuruan seperti kesenian, makanan khas, senjata dll.

Tari Terbang Bandung merupakan salah satu kesenian Kabupaten Pasuruan yang dilestarikan, dimana berisi sebuah drama tradisional khas rakyat Pasuruan yang merupakan perkembangan dari seni Hadrah.

Adapula Tari Merak Abyor yang mengadaptasi dari kehidupan burung merak yang bercengkerama dengan alam. Tarian ini melambangkan keanggunan, keindahan dan kelincahan. Kemudian ada pula Tari Kencring Wirasari yang melambangkan semarak gerak dan gemerincingnya ginseng.

Baca Juga:Sebanyak 2.970 Rumah Rusak Diterjang Awan Panas Guguran Gunung Semeru

Ciri khas berikutnya adalah Pencak Silat Kuntu, aliran silat tertua di Kota Pasuruan yang berada di Pedukuhan Mancilan dan telah ada sejak jaman Belanda. Aliran pencak silat telah terus berkembang dengan melahirkan banyak pendekar.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini