alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Doa Buka Puasa, yang Mengamalkan Doanya Tidak Akan Ditolak

Pebriansyah Ariefana Rabu, 08 Desember 2021 | 14:23 WIB

Doa Buka Puasa, yang Mengamalkan Doanya Tidak Akan Ditolak
Ilustrasi puasa - (Pixabay/surgull01)

Saat seseorang melaksanakan puasa, sangat perlu mengetahui sekaligus memahami doa buka puasa.

SuaraJatim.id - Ibadah puasa merupakan salah satu rukun Islam. Saat seseorang melaksanakan puasa, sangat perlu mengetahui sekaligus memahami doa buka puasa.

Puasa atau yang juga dikenal dengan sebutan saum adalah perbuatan menahan diri dari makan, minum, hawa nafsu serta hal-hal yang membatalkan puasa dari terbit fajar shadiq hingga terbenam matahari. Di dalam Islam terdapat puasa wajib dan sunah.

Dalam menjalankan puasa, seseorang disunahkan untuk melakukan sahur dan menyegerakan berbuka atau buka puasa. Buka atau iftar merupakan aktivitas untuk membatalkan puasa dengan memakan atau meminum pada saat memasuki waktu magrib, tanda berakhirnya puasa sehari penuh.

Bagi sebagian orang, khususnya anak-anak, buka puasa merupakan hal yang ditungu-tunggu saat menjalankan puasa. Sebab pada saat itu orang telah menyelesaikan ibadah puasanya dalam waktu satu hari.

Baca Juga: Hukum Membongkar Kuburan Menurut Islam: Boleh atau Tidak? Ini Penjelasan Buya Yahya

Ketika seseorang hendak buka puasa, dianjurkan untuk membaca doa terlebih dahulu. Selain bernilai ibadah dan mendapatkan pahala karena kesunahannya, hal itu bisa melengkapi atau menyempurnakan ibadah puasa atau buka itu sendiri.

ilustrasi puasa (Shutterstock)
ilustrasi puasa (Shutterstock)

Dalam Islam, doa berbuka puasa tidak hanya berupa bacaan basmalah atau doa akan makan saja, tapi ada doa khusus yang disunahkan untuk berbuka puasa. Ada dua doa buka puasa yang biasa diucapkan atau diamalkan seseorang sebelum buka puasa.

Berikut doa buka puasa yang perlu diketahui:

"Allahumma laka shumtu wa bika amantu wa'ala rizqika afthartu. Birrahmatika yaa arhamar roohimin."

"Ya Allah, untukMu aku berpuasa, dan kepadaMu aku beriman, dan dengan rezekiMu aku berbuka. Dengan rahmatMu wahai yang Maha Pengasih dan Penyayang."

Baca Juga: Sejarah Turunnya Al Quran, Diperingati Setiap 17 Ramadhan dengan Nuzulul Quran

Doa ini paling sering dibaca atau paling populer di kalangan Muslim Indonesia. Adapun doa buka puasa yang lainnya sebagai berikut:

"Dzahabaz zhama'u wabtallatil 'uruqu wa tsabatal ajru, insyaallah".

"Telah hilang rasa haus, dan urat-urat telah basah serta pahala telah tetap, insya Allah."

Doa yang kedua ini disebutkan dalam hadist yang diriwayatkan Abu Dawud, yang artinya:

"Kami mendapat riwayat dari Abdullah bin Muhammad bin Yahya, yaitu Abu Muhammad, kami mendapat riwayat dari Ali bin Hasan, kami mendapat riwayat dari Husein bin Waqid, kami mendapat riwayat dari Marwan, yaitu Bin Salim Al-Muqaffa', ia berkata bahwa, 'Aku melihat Ibnu Umar menggenggam jenggotnya, lalu memangkas sisanya. Ia berkata, Rasulullah bila berbuka puasa membaca, 'Dzahabaz zhama'u wabtallatil urqu wa tsabatal ajru, insya Allah". (HR Abu Dawud)

Kedua doa buka puasa ini menimbulkan perdebatan di kalangan sejumlah ulama. Pasalnya, doa pertama yang sudah populer dibaca umat Islam ini merupakan hadis dhoif atau lemah. Sedangkan hadist kedua merupakan hadist sahih.

Namun yang harus digaris bawahi adalah membaca doa buka puasa hukumnya sunah. Lebih baik tidak memperdebatkan hal seperti itu. Bahkan sebelum buka hanya membaca bacaan basmalah juga baik.

Namun, membaca doa ketika berbuka puasa itu mempunyai manfaat dan fadilah. Hal itu tercantum dalam dua hadist nabi.

1. Nabi Muhammad SAW bersabda: "Tiga orang yang doanya tidak akan ditolak, yakni pemimpin yang adil, orang yang berpuasa ketika dia berbuka dan doa orang yang terzalimi". (HR Tirmidzi no.2526)

2. Nabi Muhammad SAW bersabda: "Ada tiga orang yang doanya tidak ditolak, doa orang tua kepada anaknya, doa orang yang berpuasa ketika ia buka dan doa orang yang sedang safar atau perjalanan". (HR. Al Baihaqi)

Demikian penjelasan mengenai doa buka puasa. Mudah-mudahan bisa menambah pengetahuan kita dalam hal puasa dan bisa mengamalkannya.

Kontributor : Muhammad Aris Munandar

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait