NIB Penting Buat Pengembangan UMKM di Jatim, Jangan Sampai Dipersulit

Menteri Investasi RI Merangkap Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan negara harus bisa hadir untuk membantu Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), terutama UMKM Jatim.

Muhammad Taufiq
Kamis, 23 Desember 2021 | 13:05 WIB
NIB Penting Buat Pengembangan UMKM di Jatim, Jangan Sampai Dipersulit
Pembagian NIB UMKM Jatim [Foto: Dokumentasi]

"Banyak sekali data yang menyebutkan UMKM sulit untuk mengurus perizinan, sekarang melalui ponsel saja sudah bisa dilakukan dengan mudah," ujarnya.

"Kolaborasi semua pihak sudah terbukti, ada dari pemerintah pusat, daerah, maupun swasta yang bersama-sama ikut membantu," katanya.

Adapun menurut Menteri Koperasi dan UKM RI Teten Masduki menjelaskan, para UMKM kini bisa lebih maju dan berkembang dengan adanya NIB. Sistem usaha pun bisa lebih mudah.

"Banyak UMKM yang tidak bisa mengakses perbankan. Karena mereka tak memiliki badan hukum. Kini mereka sudah punya dan bisa berkembang," katanya.

Baca Juga:Dukung UMKM Ekspor, LPEI Bersama DJBC dan DJP Resmikan Rumah Ekspor Solo

Salah satu pengelola UMKM Rismia Hidayati, mengaku sudah membangun usaha toko kelontong sejak 2009 di Surabaya. Awalnya ia menjalani usaha dengan konvensional yang melakukan pencatatan, perencanaan maupun pengembangan usaha dengan sederhana.

"Saya senang sekali ada NIB. Dulu hanya jadi mimpi, tapi sekarang bisa dapat dan semakin yakin bisa mengembangkan usaha," kata pemilik toko kelontong SRC Joyo Roto itu.

Perjalanan untuk merintis toko kelontong yang dijalaninya cukup berliku. Pada 2011 ia memutuskan bergabung dalam komunitas toko kelontong binaan PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna), Sampoerna Retail Community atau SRC.

Keputusan itu terdorong dari hasil pembinaan serta jalinan silaturrahmi yang telah terbangun bersama Sampoerna dan toko-toko SRC lain di wilayah Surabaya Raya. Keputusan itu terbukti tepat, secara berkala ia diajari manajerial toko kelontong.

"Untuk stok barang ada aplikasi sendiri, demikian juga dengan kasir yang sudah pakai aplikasi juga, jadi tak ada kebocoran uang. Termasuk dibantu pemasaran yang kini sudah masuk ke ruang-ruang digital," katanya.

Sejak bergabung dalam SRC, omzet toko naik 300 persen dari sebelumnya. Ia pun kini bisa memperluas usahanya dengan menambah etalase toko kelontongnya yang berada di Jalan Mojo. Jalur distribusi barang juga dibantu dengan cepat tanpa perlu khawatir kehabisan stok.

Baca Juga:Viral Video Pasangan Remaja Mesum di Alun-alun Gresik, Warganet Ikut Gregetan

"Sekarang alhamdulilah sudah ada NIB, kami sebagai pengusaha kecil semakin percaya diri untuk bisa mengembangkan usaha," ujarnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini