Sementara itu, di dalam Al Baqarah ayat 183 disebutkan jika kewajiban puasa telah dibebankan kepada umat sebelum Nabi Muhammad. Menurut Ibnu Abbas, yang dimaksud umat sebelumnya adalah para ahli kitab.
Muhammad Quraish Shihab, menerangkan jika Al Baqarah ayat 183 menyebut kewajiban berpuasa tanpa menyebut siapa yang mewajibkannya. Hal itu menunjukkan jika seandainya bukan Allah SWT yang mewajibkannya, manusia sendiri akan melaksanakannya setelah mengetahui besar manfaatnya.
Puasa yang diajarkan Al-Quran sebagai pengawasan diri dan ketakwaan kepada Allah SWT. Selain itu juga bisa menumbuhkan kesucian jiwa, keikhlasan serta ketulusan.
Imam As-Suyuthi di dalam Kitab Tafsir Jalalain mengatakan, maksdud kata takwa dalam ayat itu yakni bertakwa dari perbuatan maksiat. Di sisi lain ketakwaan sosial juga harus ditingkatkan, sehingga berimbang antara hubungan dengan Allah dan manusia.
Baca Juga:Bacaan 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah, Doa Dimudahkan dan Dilancarkan Rezeki
Demkian penjelasan tengang Al Baqarah ayat 183. Semoga bisa menambah ilmu pengetahuan khususnya di dalam hal kewajiban berpuasa.
Kontributor : Muhammad Aris Munandar