Halal Bihalal Adalah Tradisi Umat Islam di Hari Raya Idul Fitri, Ini Makna Menurut Ulama

Halal bihalal merupakan tradisi maaf memaafkan yang dilakukan di hari raya idul fitri. Hari raya idul fitri digunakan sebagai kesempatan bermaaf maafan.

Nur Afitria Cika Handayani
Rabu, 23 Februari 2022 | 08:11 WIB
Halal Bihalal Adalah Tradisi Umat Islam di Hari Raya Idul Fitri, Ini Makna Menurut Ulama
Umat Muslim melaksanakan salat Idul Fitri di ruas Jalan Jatinegara, Jakarta, Jumat (17/7).

SuaraJatim.id - Halal bihalal adalah tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia maupun umat muslim di seluruh dunia saat Idul Fitri.

Tradisi ini dilakukan pada umumnya setelah melaksanakan sholat Idul Fitri. Keduanya bagaikan dua sisi mata uang, terlebih dengan berbagai hidangan yang disajikan saat Hari Raya Idul Fitri.

Tujuan pelaksanaan halal bihalal adalah untuk saling memaafkan dan mengharmoniskan hubungan.

Dalam Kamu Besar Bahasa Indonesia, Halal bihalal berarti berkaitan dengan hal maaf-memaafkan setelah menunaikan ibadah puasa di bulan Ramadhan.

Baca Juga:Daftar Hari Libur Nasional 2022 Terbaru

Pada umumnya halal bihalal dilakukan secara ramai-ramai sekeluarga kemudian bersama tetangga.

Penulisan gramatikal bahasa Arab yang benar adalah halal bihalal bukan halal bi halal.

Namun sebenarnya, istilah ini muncul di Indonesia. istilah halalbihalal menurut Quraish Shihab adalah bentuk kata majemuk yang pemaknaannya dapat ditinjau dari dua sisi yakni sisi hukum san bahasa.

Pada sisi hukum, halal adalah lawan dari haram. Artinya ini diperbolehkan dan tidak berdosa. Namun pengertian ini tidak mengenai tujuan pelaksanaan halal bihalal.

Pada tinjuanan menurut bahasa, halal bihalal adalah menyelesaikan masalah, meluruskan masalah, melepas ikatan, membebaskan dari sesuatu, mengampuni kesalahan.

Baca Juga:Heboh Sewa Tenda Belum Dibayar BPBD Karawang, Ini Pengakuan Pengusaha Tenda

Berkaitan dengan pengertian tersebut, tentunya halal bihalal menjadi memiliki arti menyelesaikan masalah dengan saudaranya, meluruskan hubungan yang kusut, memaafkan, dan lain sebagainya.

Berkaitan dengan sabda Rasulullah SAW tentang halal bihalal yakni terdapat pada Hadis Riwayat Ahmad dan Al Tirmidzi:

"Tidak ada dosa yang pelakunya lebih layak untuk disegerakan hukumannya di dunia dan di akhirat daripada berbuat zalim dan memutuskan tali persaudaraan" (HR. Ahmad dan al-Tirmidzi).

Berdasarkan Surat Muhammad ayat 22-23, Allah SWT akan melaknat orang yang memutuskan tali silaturahmi.

Ada pula hadis lainnya yakni hadis riwayat Al Bukhari: "Siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka sambunglah tali silaturrahmi” dan hadis riwayat bukhari dan muslim: "Siapa saja yang ingin diluaskan rizkinya dan dipanjangkan pengaruhnya, maka sambunglah tali persaudaraan”.

Demikian penjelasan terkait halal bihalal adalah kegiatan yang bertujuan untuk saling memaafkan. Selanjutnya diketahui bahwa halal bihalal dilaksanakan setelah sholat Idul Fitri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini