- Ledakan akibat dugaan kebocoran gas terjadi di SPPG Mojokerto Puri Medali pada hari Kamis, 13 Agustus 2026 malam.
- Insiden tersebut mengakibatkan lima orang mengalami luka bakar serius serta empat ruangan bangunan dapur hancur total.
- Kejadian ini menghentikan operasional distribusi 3.700 porsi makanan bergizi gratis harian karena lokasi terdampak dipasangi garis polisi.
SuaraJatim.id - Sebuah ledakan dahsyat merobek kesunyian di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mojokerto Puri Medali di Desa Medali, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Kamis (13/8/2026) malam.
Ledakan yang diduga berasal dari kebocoran gas elpiji ini terjadi saat tiga teknisi dari PT Energi Alam Utama tengah berupaya melakukan perbaikan instalasi di jantung dapur.
Nahas, niat memperbaiki justru berujung tragedi. Laporan lapangan menyebutkan kondisi yang memprihatinkan. Edi Suyanto (55), pemilik perusahaan teknisi tersebut mengalami luka bakar mencapai 90 persen. Dua rekannya, Piter dan Kwin Lan, juga menderita luka bakar serius masing-masing 45 dan 65 persen.
Tak hanya para teknisi, dua karyawati SPPG, Robiatul Adawiyah dan Maulin Nikmah, tak luput dari maut. Saat ledakan terjadi, atap bangunan luluh lantak dan menimpa tubuh mereka, menyebabkan luka serius di bagian kepala dan punggung.
Baca Juga:Ceria Mandi di Sungai Berujung Duka bagi Bocah Kelas 3 SD di Mojokerto
"Kerasnya ledakan membuat empat ruangan langsung ambruk," ujar Bagianto, satpam setempat dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
"Ruang pemorsian, ruang rapat, hingga kantor hancur. Bahkan kendaraan yang biasa mengangkut makanan ikut tertimpa bangunan," lanjutnya.
Dampak dari peristiwa ini sangat terasa bagi masyarakat luas. Pasalnya, SPPG milik Yayasan Anak Cerdas Berkualitas ini merupakan ujung tombak program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah tersebut.
Setiap harinya, dari dapur inilah 3.700 porsi makanan bergizi didistribusikan untuk anak-anak sekolah. Kini, operasional raksasa itu terhenti total. Garis polisi melintang di antara puing-puing bangunan dan kendaraan yang ringsek.
Pemilik SPPG, Erista Widya Kristanti, dan pihak berwajib masih menunggu hasil investigasi mendalam untuk memastikan penyebab pasti titik api.
Baca Juga:Berawal dari Mainan Korek Api, Satu Lemparan Si Kecil Hanguskan Rumah di Gresik