- Mbah Lastri yang hilang sejak Minggu dini hari ditemukan meninggal dunia di jurang Magetan.
- Tim gabungan mengevakuasi jenazah korban menggunakan teknik vertical rescue dari tebing sedalam sepuluh meter.
- Pemeriksaan medis memastikan korban murni terjatuh tanpa adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuhnya.
SuaraJatim.id - Tangis duka menyelimuti pencarian Roki, perempuan lanjut usia yang biasa dipanggil Mbah Lastri, di Magetan. Sempat dinyatakan hilang sejak Minggu dini hari, korban akhirnya ditemukan tak bernyawa di jurang sedalam sekitar 10 meter, tepat di depan rumahnya.
Korban diperkirakan keluar rumah sekitar pukul 03.00 WIB. Setelah dilakukan pencarian, petugas gabungan menemukan tubuhnya sekitar pukul 09.45 WIB di kawasan Kali Gandong.
Wakapolsek Magetan Iptu Sukardi mengatakan, korban ditemukan setelah tim gabungan bersama BPBD Magetan melakukan penyisiran di sekitar lokasi.
“Jam 03.00 itu diperkirakan keluar rumah, terus akhirnya dicari ke mana-mana, terus jatuh ke jurang depan rumah,” kata Sukardi melansir Beritajatim--jaringan Suara.com.
Baca Juga:Pria 51 Tahun Ditemukan Tewas di Depan Tempat Karaoke Buduran, Mulutnya Mengeluarkan Busa
Anggota TRC BPBD Magetan, Choirul Huda, mengatakan korban terlihat saat petugas turun dari bagian atas tebing. Jaket merah yang dikenakan korban membantu petugas mengenali keberadaannya.
Tubuh korban ditemukan dalam posisi miring tengkurap dan tersangkut pada dahan pohon yang tumbang. Kepala korban berada di bawah dahan sehingga tidak terlihat dari atas.
“Korban nyangkut di dahan pohon. Kalau sampai dasar sungai enggak,” ujar Choirul.
Evakuasi dilakukan menggunakan teknik vertical rescue karena medan berupa tebing dengan bebatuan yang mudah lepas dan berpotensi runtuh.
Sukardi memastikan hasil pemeriksaan petugas kesehatan dan Inafis tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Korban mengalami luka pada kepala yang diduga akibat benturan serta patah pada kaki kiri.
Baca Juga:Nenek Kartini Ditemukan Tewas di Hutan Bojonegoro Setelah 14 Hari Hilang
“Tidak ada tindakan kekerasan. Memang itu murni jatuh,” jelas Sukardi.
Korban diketahui memiliki gejala stroke yang telah dialami sekitar empat bulan dan tinggal bersama anaknya. Setelah ditemukan, jenazah kemudian dievakuasi oleh tim gabungan dari lokasi jurang.