Pelajar Trenggalek Dilarikan ke RSUD dr Soedomo Akibat Keracunan MBG

Siswa usia sebelas tahun bernama SA dirawat di RSUD dr. Soedomo Trenggalek akibat keracunan makanan MBG

Wakos Reza Gautama
Jum'at, 14 Agustus 2026 | 13:27 WIB
Pelajar Trenggalek Dilarikan ke RSUD dr Soedomo Akibat Keracunan MBG
Ilustrasi siswa usia sebelas tahun bernama SA dirawat di RSUD dr. Soedomo Trenggalek akibat keracunan makanan MBG. [Antara]
Baca 10 detik
  • Siswa usia sebelas tahun bernama SA dirawat di RSUD dr. Soedomo Trenggalek akibat keracunan makanan.
  • Korban mengalami dehidrasi berat, diare, serta muntah setelah menyantap menu dari Program Makan Bergizi Gratis.
  • Ketua DPRD Trenggalek menyatakan kondisi korban kini telah membaik sementara tim medis mendalami penyebab infeksi.

SuaraJatim.id - SA, seorang siswa berusia 11 tahun di Trenggalek, harus melewati hari-harinya di atas ranjang RSUD dr. Soedomo dengan jarum infus yang menancap di lengan.

Ia menjadi salah satu korban keracunan dari insiden memilukan pasca-menyantap menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kondisi SA saat pertama kali tiba di rumah sakit sangat memprihatinkan. Tubuhnya lunglai, suhu badannya memanas, dan ia didera dehidrasi hebat.

Dalam waktu singkat, bocah ini harus bolak-balik ke kamar mandi hingga lebih dari 10 kali akibat diare, sementara perutnya terus menolak makanan dengan muntah sebanyak tujuh kali.

Baca Juga:Warga Kediri Tertipu Ratusan Juta Titik Dapur MBG Fiktif

"Anaknya lemas sekali. Kami harus segera memberikan terapi cairan untuk rehidrasi," ungkap dr. Riza Maulina, Spesialis Anak RSUD dr. Soedomo, Jumat (14/8/2026). Diagnosis sementara Gastroenteritis Akut.

Kisah SA ternyata bukan kasus tunggal. Di balik dinding sekolah-sekolah lain di Trenggalek, laporan serupa bermunculan.

Sejumlah siswa mengeluhkan gejala yang identik, mual, pusing, dan gangguan pencernaan, setelah mengonsumsi paket makanan yang seharusnya menguatkan mereka.

Meski kondisi SA kini mulai stabil dan nafsu makannya kembali tumbuh, teka-teki tentang apa yang sebenarnya terjadi di dalam kotak makan tersebut masih belum terjawab.

Hasil laboratorium menunjukkan adanya lonjakan sel darah putih, sebuah sinyal bahwa tubuh sang bocah sedang mati-matian melawan infeksi. Namun, bakteri jahat apa yang menjadi biang keroknya, tim medis masih terus mendalaminya.

Baca Juga:Tamparan Rp100 Ribu: Ironi Anak Guru di Blitar dalam Pusaran Perundungan

Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi, yang menjenguk langsung ke bangsal perawatan, memastikan bahwa kondisi SA sudah jauh membaik.

"Alhamdulillah, muntah dan pusingnya sudah hilang. Kita semua berharap hasil lab segera keluar agar penanganan bisa lebih tepat," ujarnya. (ANTARA)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak