Harga Cabai di Banyuwangi Meroket hingga 3 Kali Lipat dari Harga Normal, Adi Terpaksa Kurangi Jumlah Belanja

sejumlah kebutuhan pokok terutama cabai di pasar Banyuwangi mengalami kenaikan tajam

Galih Priatmojo
Jum'at, 04 Maret 2022 | 17:31 WIB
Harga Cabai di Banyuwangi Meroket hingga 3 Kali Lipat dari Harga Normal, Adi Terpaksa Kurangi Jumlah Belanja
Ilustrasi cabai. [ANTARA]

SuaraJatim.id - Harga cabai di pasar Banyuwangi meroket nyaris 3 kali lipat. Kenaikan itu sudah terjadi sejak dua pekan lalu.

Menanggapi sejumlah komoditi yang terus meroket, salah seorang konsumen, Adi memilih pasrah. Menurutnya mengeluh pun juga sama saja dan tidak mengubah apapun.

"Ya kita hanya bisa pasrah, yang penting barangnya ada dan tidak sampai langka. Dari pada nggak ada kita malah bingung," kata pemilik salah satu Resto, di daerah Cungking, Banyuwangi seperti dikutip dari Suarajatimpost.com, Jumat (4/3/2022).

Efek dari kenaikan ini, ia pun mengurangi jumlah belanjanya. Biasanya sekali belanja satu hingga dua kilogram, kini berkurang hanya setengah kilogram saja.

Baca Juga:Kembali Buka Usai Hari Raya Nyepi, Kendaraan Besar Memadati Pelabuhan Ketapang Banyuwangi

"Ketika memang naik, ya akhirnya terpaksa mengurangi belanjaan," ujarnya.

Sementara itu, salah seorang pedagang, Tia mengatakan kenaikan sudah dirasakan sejak dua pekan lalu. Harga cabai rawit dari yang sebelumnya Rp25 ribu per kilogram kini naik hingga Rp75 ribu per kilogramnya.

Disusul juga harga cabai merah besar yang juga ikut meroket. Dari yang sebelumnya hanya 25 ribu per kilogramnya kini sudah menyentuh harga Rp50 ribu.

Bawang merah pun mengalami kenaikan, kendati tidak terlalu signifikan. Perkilogram dari sebelumnya hanya Rp 30 ribu kini menjadi Rp 36 ribu.

"Cabai rawit sudah 2 minggu ini naik. Sedangkan cabai merah dan bawang merah sejak 2 hari lalu. Bawang putih harganya tetap di harga Rp25 ribu per kilogram," kata dia.

Baca Juga:Bikin Merinding! Pawai Ogoh-ogoh di Banyuwangi Berhenti Hormati Warga yang Melintas Menggotong Keranda Jenazah

Efek dari kenaikan ini, ia pun terpaksa mengurangi jumlah kulakan. Biasanya sekali kulak mencapai 10 kg, semenjak naik dikurangi menjadi 5 kg. 

"Ya terpaksa mengurangi. Konsumen pun juga ngeluh karena kenaikannya itu cukup tinggi. Akhirnya mereka juga mengurangi. Biasanya 1 kg kini belanjanya cuma 1/2 kg saja," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak