Dari Lirik-lirikan, Mereka Janjian Lalu Pengeroyokan, Pelajar SMA di Surabaya Tewas Pendarahan

Kasus perkelahian remaja berujung maut di Surabaya kembali terjadi. Kali ini menewaskan satu bocah bernama Muhammad Rafli Akbar.

Muhammad Taufiq
Selasa, 29 Maret 2022 | 15:12 WIB
Dari Lirik-lirikan, Mereka Janjian Lalu Pengeroyokan, Pelajar SMA di Surabaya Tewas Pendarahan
Ilustrasi pengeroyokan ustadz. [Istimewa]

Tanpa basa basi tersangka yang diduga berjumlah lima orang itu mengeroyok Rafli yang masih berada menunggangi Honda Vario hitam. "Rafli saat itu membonceng temannya (IHM). Dia dipukuli oleh para tersangka," ujarnya.

Karena kalah jumlah, korban memilih kabur. Sialnya saat memacu motornya, korban terjatuh karena menghindari lubang di Jalan Dukuh Bulak Banteng. Akibat penganiayaan itu, korban mengalami luka di bagian kepala belakang telinga, yang diduga akibat benda tajam.

Mengetahui korbannya berlumur dara dan terkapar tak berdaya. Pelaku kabur meninggalkan lokasi. Kemudian IHM meminta tolong pada driver ojek online (Ojol) yang kebetulan melintas.

"Temannya (IHM) ini minta tolong supaya diantar ke warung Pogot Baru yang biasa tempat berkumpul teman-temannya," katanya menegaskan.

Baca Juga:Hasrat Persebaya Rampungkan Liga 1 Musim Ini dengan Happy Ending

Setibanya di tempat tongkrongan, korban kemudian dibawa ke RSUD Soewandhie untuk mendapatkan penanganan medis.

Dikarenakan pendarahan serius, akhirnya membuat korban mengembuskan napas terakhirnya sekitar pukul 01.30 WIB.

"Saya lihat itu darahnya keluar terus waktu di RS. Rafli tidak kuat menahan sakit dan terus meronta-ronta. Jenazah korban dimakamkan pukul 09.00 WIB," katanya menegaskan.

Sementara Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Arief Rizky Wicaksana mengungkapkan, dalam kasus ini ada tiga pemuda yang ditetapkan sebagai tersangka.

Polisi hingga saat ini masih mendalami kasus tersebut dan masih dalam proses penyidikan. "Kami sudah melakukan penyidikan sejak pertama kali kasus kami tangani. Kami masih melakukan penyidikan terhadap ketiganya," katanya.

Baca Juga:Anggota Satpol PP Surabaya Ini Mabuk Berat Lalu Dilaporkan Perkosa 'Purel' Asal Lamongan, Padahal Mau Ramadhan

Mengenai dugaan Yono bahwa pelaku membawa Sajam, AKP Arief menduga, bahwa tersangka menggunakan tangan kosong dan korban juga mengalami luka akibat benda tumpul.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini