facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Ilmiah, Ini Pentingnya Tidur Bagi Kesehatan Mentalmu

Muhammad Taufiq Selasa, 17 Mei 2022 | 08:50 WIB

Ilmiah, Ini Pentingnya Tidur Bagi Kesehatan Mentalmu
Ilustrasi kesehatan mental.[Pexels/Alexandr Podvalny]

Kesehatan mental menjadi masalah serius bagi masyarakat modern sekarang ini, terutama yang tinggal di kota-kota besar.

SuaraJatim.id - Kesehatan mental menjadi masalah serius bagi masyarakat modern sekarang ini, terutama yang tinggal di kota-kota besar. Tingkat stresing tinggi serta beban hidup yang berat kadang membuat kesehatan mental terganggu.

Adalah tidur. Aktifitas tidur ternyata memiliki efek penting, terutama untuk terapi kesehatan mental. Demikian hasil penelitian para ahli di Departemen Neurologi Universitas Bern dan Rumah Sakit Universitas Bern, Switzerland (Swiss).

Mereka mengidentifikasi bagaimana otak mengatur emosi selama bermimpi saat tidur untuk mengkonsolidasikan penyimpanan emosi positif sambil meredam konsolidasi emosi negatif.

Studi ini mempelajari pentingnya tidur dalam kesehatan mental dan menawarkan cara untuk strategi terapi baru seperti dikutip dari jurnal Neuroscience pada Selasa.

Baca Juga: Jelang Persalinan, Calon Orang Tua Perlu Jaga Kesehatan Mental

Gerakan mata cepat saat tidur (REM atau paradoksikal) adalah keadaan tidur yang unik dan misterius di mana sebagian besar mimpi terjadi bersamaan dengan isi emosional yang intens. Namun, bagaimana dan mengapa emosi ini diaktifkan kembali belum diketahui dengan jelas.

Korteks prefrontal mengintegrasikan banyak emosi ini selama terjaga tetapi muncul secara paradoks diam selama tidur REM.

“Tujuan kami adalah untuk memahami mekanisme yang mendasari dan fungsi dari fenomena yang begitu mengejutkan,” kata Prof. Antoine Adamantidis dari Departemen Penelitian Biomedis (DBMR) di Universitas Bern dan Departemen Neurologi di Inselspital, Rumah Sakit Universitas Bern.

Memproses emosi, khususnya membedakan antara bahaya dan keamanan, sangat penting untuk kelangsungan hidup hewan. Pada manusia, emosi negatif yang berlebihan, seperti reaksi ketakutan dan kecemasan, menyebabkan kondisi patologis seperti Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD).

Di Eropa, sekitar 15 persen populasi dipengaruhi oleh kecemasan yang terus-menerus dan penyakit mental yang parah. Kelompok penelitian yang dipimpin oleh Antoine Adamantidis sekarang memberikan wawasan tentang bagaimana otak membantu memperkuat emosi positif dan melemahkan emosi negatif atau traumatis yang kuat selama tidur REM. Studi ini dipublikasikan di jurnal Science.

Baca Juga: Dirundung Kasus Dugaan Penipuan Sejumlah Artis, Medina Zein Dikabarkan Masuk RS Jiwa, Keluarga: Dia Juga Kena KDRT

Mekanisme ganda

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait