- Bentrokan ratusan pemuda terjadi di Desa Sawo, Gresik, pada Minggu dini hari, 10 Mei 2026 saat latihan silat.
- Konvoi massa bermotor menyerang anggota perguruan silat yang sedang berlatih, mengakibatkan lima orang mengalami luka serius.
- Polres Gresik tengah menangani kasus ini dengan memeriksa sejumlah saksi untuk mengidentifikasi pelaku di balik kerusuhan tersebut.
SuaraJatim.id - Minggu dini hari (10/5/2026), suasana Desa Sawo, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik berubah mencekam. Suara mesin motor yang menderu keras beradu dengan teriakan kemarahan, mengubah latihan rutin sebuah perguruan silat menjadi mimpi buruk.
Ratusan pemuda terlibat dalam bentrokan hebat yang pecah sekitar pukul 00.30 WIB. Akibatnya, lima orang harus dilarikan ke rumah sakit setelah terkena serangan membabi buta.
Dua di antaranya dilaporkan mengalami luka serius di bagian kepala, sebuah jejak kekerasan yang membekas di aspal jalanan desa.
Peristiwa bermula saat sekelompok anggota perguruan silat sedang menggelar latihan rutin di Desa Sawo. Di bawah lampu temaram, mereka mengasah teknik bela diri. Namun, ketenangan itu terkoyak ketika sebuah konvoi massa dari arah utara datang menyerbu.
Baca Juga:Pengusaha Terjebak Perangkap Sindikat di Gresik: Pelakunya Mahasiswa hingga Residivis
Tanpa basa-basi, rombongan bermotor itu langsung melakukan penyerangan. Situasi berubah menjadi chaos. Warga sekitar yang semula terlelap, terpaksa terjaga dalam ketakutan. Teriakan minta tolong dan suara benturan benda keras memecah keheningan malam.
"Warga panik. Keributan pecah begitu saja di tengah jalan," ujar salah seorang warga dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Bentrokan ini tak hanya menyisakan luka di tubuh para korban. Di lokasi kejadian, serpihan bodi sepeda motor yang rusak parah berserakan, menjadi bukti betapa brutalnya aksi saling serang tersebut. Dalam kondisi yang serba kacau, beberapa korban bahkan melaporkan kehilangan barang berharga mereka.
Kapolsek Dukun, AKP Slamet Priyono, mengonfirmasi bahwa insiden berdarah ini telah diambil alih oleh pihak yang lebih tinggi. "Benar ada kejadian tersebut. Laporannya sudah ditangani Polres Gresik, bukan Polsek lagi," ungkapnya saat dikonfirmasi, Selasa (12/5/2026).
Penyidik Polres Gresik tidak tinggal diam. Sejumlah saksi telah dipanggil dan diperiksa secara intensif hingga larut malam guna mengidentifikasi siapa saja yang bertanggung jawab atas kerusuhan ini.
Baca Juga:Pelarian Pikolo Berakhir di Tangan Resmob Usai Bacok Pelajar di Gresik
"Kemarin saksi-saksi sudah diperiksa sampai malam di Polres," imbuh AKP Slamet.