- Seorang wanita berinisial SE kedapatan membawa SK PNS palsu di Kantor Prokompim Setda Gresik pada Senin, 6 April 2026.
- Polres Gresik sedang menyelidiki sindikat penipuan rekrutmen PNS yang diduga telah memakan puluhan korban di wilayah Kabupaten Gresik.
- Kapolres AKBP Ramadhan Nasution mengimbau masyarakat segera melapor guna membantu polisi mengungkap aktor intelektual di balik sindikat penipuan tersebut.
SuaraJatim.id - Dengan langkah percaya diri dan seragam cokelat khas aparatur sipil negara (ASN) yang masih tampak kaku, seorang wanita berinisial SE melenggang masuk ke Kantor Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokompim) Setda Gresik, Senin (6/4/2026) lalu.
Di tangannya, ia menggenggam selembar Surat Keputusan (SK) Pengangkatan PNS tahun 2024, sebuah dokumen yang ia yakini sebagai tiket menuju masa depan mapan.
Namun, kepercayaan diri SE seketika runtuh saat petugas melakukan verifikasi. Alih-alih mendapatkan meja kerja, ia justru mendapati kenyataan pahit. SK tersebut palsu.
Hari itu, sandiwara SE berakhir, namun babak baru pengejaran sindikat penipuan besar di Kabupaten Gresik justru dimulai.
Baca Juga:ASN Probolinggo Kini Wajib Pakai Sepeda dan Kendaraan Listrik, Ini Alasannya
Kejadian yang dialami SE ternyata hanyalah puncak gunung es dari sebuah praktik ilegal yang diduga telah menjerat puluhan warga lainnya.
Mereka semua memiliki satu kesamaan yaitu harapan besar untuk menjadi abdi negara yang dieksploitasi oleh tangan-tangan tak bertanggung jawab.
Kapolres Gresik, AKBP Ramadhan Nasution, menyatakan bahwa pihaknya tidak tinggal diam melihat maraknya laporan ini.
Sejak Jumat (10/4/2026), tim penyidik telah bergerak cepat melakukan penyelidikan mendalam untuk mengurai benang kusut jaringan penipuan bermodus rekrutmen PNS ini.
"Kami sudah berkoordinasi secara intensif dengan Pemkab Gresik. Ini menyangkut kepercayaan publik dan integritas institusi pemerintahan," tegas AKBP Ramadhan dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Baca Juga:Alergi Pegang Ponsel Pasca OTT KPK: Pejabat Ponorogo Ganti Nomor Gara-gara Takut Disadap?
Saat ini, kepolisian telah mengantongi sejumlah data krusial. Analisis sedang dilakukan untuk memetakan siapa aktor intelektual di balik skema ini.
Meski belum bisa membeberkan detail teknis demi kepentingan penyelidikan, Ramadhan memastikan bahwa timnya sedang mendalami keterlibatan jaringan yang mungkin lebih luas.
"Kami sudah mengamankan beberapa dokumen dan data penting. Saat ini semua masih dalam tahap pendalaman agar kami bisa menangkap pelaku utamanya," tambahnya.
Fenomena "kursi panas" PNS memang kerap menjadi komoditas empuk bagi para penipu. Janji kelulusan instan tanpa tes seringkali membuat korban gelap mata dan rela menyerahkan uang dalam jumlah besar.
Menyadari kemungkinan adanya korban lain yang masih takut atau malu bersuara, Polres Gresik pun membuka pintu lebar-lebar bagi masyarakat untuk melapor. Identitas dan keterangan dari korban sangat dibutuhkan untuk mempercepat pengungkapan fakta di lapangan.
"Jangan ragu, bagi masyarakat yang merasa menjadi korban, segera lapor ke Polres Gresik atau melalui kanal pengaduan resmi kami. Laporan Anda adalah kunci untuk memutus mata rantai penipuan ini," pungkas AKBP Ramadhan.