facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Penderita Tekanan Darah Tinggi Harus Patuh Minum Obat, Kalau Bandel Bisa Beresiko Kena Komplikasi

Muhammad Taufiq Jum'at, 20 Mei 2022 | 20:36 WIB

Penderita Tekanan Darah Tinggi Harus Patuh Minum Obat, Kalau Bandel Bisa Beresiko Kena Komplikasi
Ilustrasi hipertensi (Shutterstock)

Sakit hipertensi atau tekanan darah tinggi tidak boleh dianggap enteng. Penderitanya harus tertib dan patuh minum obat sesuai anjuran dokter.

SuaraJatim.id - Sakit hipertensi atau tekanan darah tinggi tidak boleh dianggap enteng. Penderitanya harus tertib dan patuh minum obat sesuai anjuran dokter.

Bila bandel dan tidak patuh bisa beresiko terkena komplikasi kardiovaskular. Hal ini disampaikan dokter spesialis jantung dr. Devie Caroline dalam sebuah diskusi virtual.

"Kepatuhan minum obat jika kurang optimal akan menyebabkan hipertensi menjadi tidak terkontrol. Akibatnya, meningkatkan risiko komplikasi kardiovaskular seperti stroke dan penyakit jantung iskemik," kata, Jumat (20/05/2022).

Minum obat memang bukan hal pertama yang harus dilakukan untuk mengontrol tekanan darah. Gaya hidup sehatlah yang menjadi kunci. Namun, jika tidak berhasil, maka langkah selanjutnya adalah minum obat.

Baca Juga: Tidak Hanya Serangan Jantung atau Stroke, Tekanan Darah Tinggi Dapat Menyebabkan Gagal Ginjal

Devie menjelaskan, berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, prevalensi hipertensi di Indonesia berada di angka 34,11 persen, di mana 13,3 persen di antaranya tidak minum obat sama sekali dan 32,3 persen tidak rutin minum obat.

Adapun alasan penderita hipertensi tidak minum obat antara lain karena merasa sehat (59,8 persen), kunjungan tidak teratur ke fasilitas pelayanan kesehatan (31,3 persen), minum obat tradisional (14,5 persen), menggunakan terapi lain (12,5 persen), lupa minum obat (11,5 persen), tidak mampu beli obat (8,1 persen), takut akan efek samping obat (4,5 persen), dan obat hipertensi tak tersedia di fasilitas pelayanan kesehatan (2 persen).

Sementara itu, papar Devie, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menggarisbawahi bahwa kepatuhan minum obat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti kondisi kesehatan, motivasi diri, pengetahuan mengenai hipertensi, dukungan keluarga, sosial ekonomi, sistem kesehatan, dan terapi.

"Faktor yang berhubungan dengan kondisi kesehatan ini adalah yang sering sulit dihadapi. Hipertensi biasanya tidak bergejala, sehingga saat gejalanya muncul itu sudah kondisinya tidak terkontrol dalam sekian waktu," kata Devie.

Agar penderita hipertensi bisa patuh minum obat, Devie mengungkapkan ada beberapa strategi yang bisa dilakukan. Misalnya, dengan menggunakan alat kesehatan elektronik yang saat ini sudah marak beredar.

Baca Juga: Tekanan Darah Tinggi Bisa Diturunkan dengan Menjalani Diet DASH, Apa Saja Makanannya?

"Misalnya, pengingat lewat SMS atau ada aplikasi di smartphone mengenai edukasi kesehatan," imbuh Devie.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait