“Sekitar 7 jam perjalanan laut, ketika memasuki Perairan laut Sapudi sebelah selatan, kapal dihantam angin dan ombak besar. Akibatnya kapal mengalami kebocoran di bagian haluan depan lambung kapal,” terangnya.
Kebocoran kapal tidak dapat diatasi oleh para ABK. Air pun terus masuk dan menyebabkan mesin kapal mati. Kapal pun akhirnya tenggelam.
“Sebelum kapal benar-benar tenggelam, keempat ABK melompat menyelamatkan diri berpegangan pada papan-papan yang mengapung,” ungkapnya.
Baca Juga:Tak Ada Bangunan Rusak Terdampak Gempa Magnitudo 3,9 di Sumenep