Tak Ada Penanganan dari Dinas, Peternak di Magetan Resah Akhirnya Suntik Sendiri Sapinya Gegara PMK

Peternak di Magetan ini resah sebab wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) kian mengkhawatirkan. Apalagi, sejauh ini belum ada bantuan dari Dinas Peternakan dan Perikanan.

Muhammad Taufiq
Jum'at, 10 Juni 2022 | 18:27 WIB
Tak Ada Penanganan dari Dinas, Peternak di Magetan Resah Akhirnya Suntik Sendiri Sapinya Gegara PMK
Seorang peternak di Magetan menyuntik sendiri sapinya [Foto: Beritajatim]

“Mau gimana lagi, kalau tidak segera disuntik nanti malah mati. Saya sendiri yang rugi, akhirnya saya terpaksa menyuntik sapi saya. Dinas tidak solutif, tidak ada dokter hewan yang ke kandang saya. Jadi mau tidak mau harus saya yang mengobati,” kata Toha.

Dia mengharap pemerintah Magetan segera melek dengan kondisi riil di lapangan. Khususnya di Desa Janggan yang memiliki populasi ternak terbanyak di Magetan.

Total jumlah sapi di desa itu bisa lebih dari 2.000 ekor. Toha menyebut, dari jumlah itu total sudah 90 persen yang terjangkit PMK.

“Mulai dari peternak besar hingga peternak kecil. Khususnya banyak peternak kecil yang beli sapi dari hutang bank. Jatuh tempo dalam enam bulan, sementara kondisi seperti ini," ujarnya menambahkan.

Baca Juga:Cegah Penyebaran Virus PMK, Pemkot Kediri Perpanjang Lockdown Pasar Hewan Dua Pekan ke Depan

"Peternak kecil kasihan, kami harap ada keringanan cicilan untuk mereka. Dan untuk penanganannya juga harus intensif, tidak semua pemilik sapi berani menyuntik sendiri seperti saya. Kalau sudah seperti itu bagaimana, saya yakin dinas tak ada solusi,” kata Toha.

Terpisah, Nur Haryani Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Magetan mengungkapkan jika sempat menonton video terkait kondisi sapi milik Toha.

Dari hasil koordinasinya dengan Kades Janggan Hariyadi, sapi itu tidak mati dan sudah dijual ke salah satu jagal di Surabaya. Sapi tersebut pernah ditangani, tapi dia tak menyebut pihak mana yang menangani sapi itu.

“Sudah sembuh, tiba-tiba keseleo dan ambruk. Kondisi sapi sehat, belum mati. Akhirnya dibawa ke Surabaya karena sudah ditawar jagal di sana,” kata Nur menegaskan.

Baca Juga:Harga Sapi di Pasar Hewan Pamekasan Madura Anjlok Sampai Jutaan Rupiah Gara-gara Wabah PMK

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini