Emak-emak Ngamuk, Uang Deposito di Koperasi Simpan Pinjam Mojokerto Tak Jelas

puluhan orang sudah lebih dahulu melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor KSP Sejahtera Bersama. Mereka juga mendesak agar pihak koperasi mengembalikan uang deposito.

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan
Rabu, 15 Juni 2022 | 16:36 WIB
Emak-emak Ngamuk, Uang Deposito di Koperasi Simpan Pinjam Mojokerto Tak Jelas
Aksi demonstrasi nasabah KSP Sejahtera Bersama di Kota Mojokerto, Rabu (15/6/2022).[SuaraJatim/Zen Arifin]

SuaraJatim.id - Seorang emak-emak mengamuk di kantor Koperasi Simpan Pinjam KSP Sejahtera Bersama di Jl Majapahit nomor 520, Kota Mojokerto. Lantaran uang yang didepositkan di koperasi tersebut tak bisa dicairkan.

Wanita paruh baya itu dibernama Titik Hariani, warga Sooko Gang 5, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Titik yang begitu emosi lantaran uang depositnya sebesar Rp 10 juta yang ditanam di KSP Sejahtera Bersama sejak tahun 2019 lalu tak bisa ditarik.

"Saya cuma dijanji-janjikan saja. Katanya bulan depan, tapi sampai saat ini tidak dikembalikan," kata Hariani saat ditemui awak media, Rabu (15/6/2022).

Sebelum Hariani tiba, puluhan orang sudah lebih dahulu melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor KSP Sejahtera Bersama. Mereka juga mendesak agar pihak koperasi mengembalikan uang deposito yang disimpan di koperasi tersebut.

Baca Juga:Menteri Pendidikan Khilafatul Muslimin Ditangkap di Mojokerto

Puluhan nasabah ini melakukan orasi dan membentangkan spanduk berisi tuntutannya. Setelah sekira 1 jam, pihak koperasi baru bersedia untuk ditemui. Sejumlah perwakilan nasabah didampingi kuasa hukumnya kemudian melakukan mediasi.

"Kedatangan kami ke sini untuk meminta pertanggungjawaban pihak koperasi agar mengembalikan uang deposito klien kami atas nama Mujiono, asal Mojoagung. Karena deposito sebesar Rp 150 juta miliknya tidak bisa diambil," kata kuasa hukum nasabah, Matyatim.

Matyatim mengungkapkan, dalam mediasi yang berlangsung selama kurang lebih 1,5 jam itu tidak menemukan jalan tengah. Lantaran Kepala KSP Sejahtera Bersama di kantor pusat tak bisa dihubungi. Padahal, sudah sepekan lalu pihaknya melayangkan surat pemberitahuan ke pihak manajemen KSP.

"Sampai sekarang tidak ada kejelasan. Karena Kepala KSP pusat tidak bisa dihubungi. Jadi tidak jelas sampai sekarang," ucap Matyatim.

Disampaikan Matyatim, kliennya menanamkan uang di KSP Sejahtera Bersama sejak tahun 2019. Kala pihak koperasi menanjikan bunga yang cukup tinggi, mencapai 4%. Kliennya yang tertarik kemudian menanamkan uangnya dalam 3 lembar deposit, dengan rincian Rp 50 juta perlembar.

Baca Juga:Salah Satu Pentolan Kelompok Khilafatul Muslimin Ditangkap Mabes Polri di Mojokerto

"Ternyata saat mau ditarik uangnya, tidak bisa. Berkali-kali ditanyakan juga sama, katanya sudah ada putusan PKPU kalau koperasi pailid. Tapi anehnya kalau pailid kok masih beroperasi," kata Matyatim.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini