facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Dua Pekerja Tewas Keracunan Gas, Polisi Periksa Manajemen Pabrik Pengolah Limbah di Mojokerto

Muhammad Taufiq Minggu, 26 Juni 2022 | 13:27 WIB

Dua Pekerja Tewas Keracunan Gas, Polisi Periksa Manajemen Pabrik Pengolah Limbah di Mojokerto
Polisi melakukan olah TKP di lokasi kecelakaan kerja yang menewaskan dua orang di Desa Manduromangungajah, Kecamatan Ngoro, Mojokerto.[SuaraJatim/Zen Arivin].

Pihak kepolisian terus mendalami insiden kecelakaan kerja di PT Hijau Alam Nusantara (HAN) di Dusun/Desa Manduromanggunggajah, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto.

SuaraJatim.id - Pihak kepolisian terus mendalami insiden kecelakaan kerja di PT Hijau Alam Nusantara (HAN) di Dusun/Desa Manduromanggunggajah, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto. Dalam insiden tersebut, dua orang pekerja tewas dan dua kritis akibat keracunan gas.

Kanit Reskrim Polsek Ngoro AKP Saiful Hadi mengungkapkan, sejauh ini pihak kepolisian sudah meminta keterangan sejumlah saksi terkait peristiwa kecelakaan kerja itu. Di antaranya pekerja yang selama serta pihak manajemen perusahaan pengolahan limbah tersebut.

"Kami sudah meminta keterangan beberapa pekerja dan pihak perusahaan saat olah TKP (Tempat Kejadian Perkara)," kata Hadi, Minggu (26/6/2022).

Hadi mengungkapkan, pemeriksaan yang dilakukan pihak tersebut terkait kronologi serta standar operasional prosedur (SOP) para pekerja. Termasuk penggunaan alat pelindung diri (APD) yang digunakan para pekerja saat membersihkan truk tangki dengan nomor polisi L 9396 UK pada Kamis (23/6) malam.

Baca Juga: Teka-teki Penemuan Kerangka Manusia di Lahan Tebu Mojokerto Mulai Terungkap

"Kami sempat tanyai pihak pabrik, katanya mereka (para korban) ini sudah pakai APD. Tapi kenapa kalau pakai APD bisa pingsan dan sampai meninggal," ucap Hadi.

Peristiwa laka kerja yang membuat 4 orang pingsan hingga 2 di antaranya tewas itu juga menjadi hal aneh bagi pihak kepolisian. Sebab, dari informasi yang didapat para penegak hukum, perusahaan pengolahan limbah bahan beracun dan berbahaya (B3) dan non-B3 tersebut sudah lama vakum dan tidak beroperasi.

"Kabarnya seperti itu,sudah lama tidak beroperasi. Saat kami lakukan pemantauan wilayah rutin, kondisi di lokasi juga minim aktivitas," ucap Hadi.

Meski demikian, hingga kini polisi belum bisa menyimpulkan terkait peristiwa laka kerja yang menimbulkan korban jiwa ini. Hadi mengaku sejauh ini pihak kepolisian masih akan melakukan pendalaman terkait peristiwa tersebut.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Gondam saat dikonfirmasi hanya irit bicara. Ia menyampaikan saat ini kasus tersebut masih dalam penanganan pihak kepolisian.

Baca Juga: Dua Pekerja Tewas saat Bersihkan Tangki Sisa Limbah di Mojokerto

"Sementara masih dilakukan penyelidikan lebih lanjut yaa mas," tulis Gondam dalam pesan singkat yang dikirim melalui Whatsapp.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait