facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

India Mencekam Gara-gara Politisi Hina Nabi Muhammad, Disusul Peristiwa Pembunuhan Penjahit Hindu

Muhammad Taufiq Sabtu, 02 Juli 2022 | 19:48 WIB

India Mencekam Gara-gara Politisi Hina Nabi Muhammad, Disusul Peristiwa Pembunuhan Penjahit Hindu
Kerusuhan di India meluasa [Foto: Antara]

Dua pelaku pembunuhan terhadap penjahit Hindu di Udaipur India akhirnya dibekuk kepolisian setempat.

SuaraJatim.id - Dua pelaku pembunuhan terhadap penjahit Hindu di Udaipur India akhirnya dibekuk kepolisian setempat. Kasus pembunuhan ini sebelumnya memicu ketegangan antara mayoritas Hindu dan minoritas Muslim.

Ketegangan tersebut terus meluas ke sejumlah daerah. Pemerintah setempat bahkan sampai memblokir akses internet untuk meminimalisir sebarang informasi berbau provokasi oleh orang-orang tak bertanggungjawab.

India memang mencekam dalam beberapa waktu belakangan ini. Dipicu politisi India yang menghina Nabi Muhammad. Lalu dampak dari persoalan tersebut meluas. Ummat Islam India menggelar demonstrasi besar-besaran.

Lalu terjadilan insiden pembunuhan tukang penjahit Hindu oleh kelompok muslim. Penjahit itu mendukung politisi yang menghina Nabi lewat media sosialnya. Dua pria dari Rajasthan marah lalu membunuh si penjahi dan mengunggahnya ke media sosial.

Baca Juga: Konflik Agama Di India Kian Memanas Setelah Pria Hindu Dibunuh

Tiga pejabat kepolisian senior pada Sabtu mengatakan kedua pria di negara bagian Rajasthan itu merencanakan pembunuhan tersebut pekan lalu di toko korban di Udaipur, salah satu destinasi wisata populer di India.

"Kami sekarang menangkap dua dalang dan sebelumnya kami telah menangkap dua pria yang melakukan kejahatan mengerikan itu," kata Prafulla Kumar, pejabat polisi senior di Udaipur.

Kumar mengatakan layanan internet secara bertahap sedang dipulihkan dan aparat keamanan terus bersikap waspada.

Pembunuhan terhadap penjahit Hindu itu dilakukan oleh dua warga minoritas yang kini berada di tahanan. Mereka merekam aksi pembunuhan itu lalu mengunggahnya secara daring.

Para pelaku mengatakan perbuatan itu dilakukan sebagai reaksi atas dukungan korban pada pernyataan politisi yang menghina Nabi Muhammad.

Baca Juga: Nama Candi Asu di Magelang Menuai Kontroversi, Begini Penjelasannya

Sang korban, Kanhaiya Lal Teli, diduga telah memuat unggahan di media sosial yang mendukung mantan juru bicara partai Perdana Menteri Narendra Modi yang mengeluarkan komentar anti Islam pada Mei.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait