SuaraJatim.id - Keluarga korban santri Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur menyerukan pernyataan sikap. Ada tiga poin yang disampaikan secara terbuka melalui Soimah, ibu almarhum Albar Mahdi.
1. Kakek Renta di Lamongan Disekap dan Digebuki Pria Mabuk
![Ilustrasi kasus penganiayaan di Lamongan. [Dok.Antara]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2022/04/23/99363-ilustrasi-penangkapan.jpg)
Miftakhul Khoir (47) warga Kelurahan Brondong, Lamongan, Jawa Timur tega menyekap dan menganiaya kakek renta, Jupri (73) hingga babak belur. Aksi keji itu dipicu pelaku kondisi mabuk terpengaruh minuman keras.
Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda Anton Krisbiantoro mengatakan, aksi penyekapan dan penganiayaan itu terjadi di rumah pelaku.
2. Santri Gontor Meninggal, PBNU: Pesantren Mengajarkan Kebaikan Bukan Kekerasan
![Pondok Modern Darussalam Gontor. [Instagram/@pondok.modern.gontor]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2022/09/06/38369-pondok-modern-darussalam-gontor-instagramatpondokmoderngontor.jpg)
Ketua PBNU Bidang Keagamaan KH Ahmad Fahrurrozi memandang kasus dugaan penganiayaan yang menyebabkan seorang santri Pondok Modern Darussalam Gontor (Ponpes Gontor), Ponorogo, Jawa Timur sebagai musibah.
Seperti diberitakan, Albar Mahdi santri Gontor meninggal diduga akibat penganiayaan seniornya. Kasusnya viral setelah ibu korban, Soimah mengadu kepada Hotman Paris.
3. Cueki Petugas Jaga, Agya Tertabrak Kereta Api di Madiun