Lantaran tak terima kawan pesilatnya dianiaya, ribuan pesilat itu pun memadati ruas jalan di Lamongan, yakni ruas Jalan Veteran dan Jalan Soemargo Lamongan. Aksi ini mereka anggap sebagai bentuk solidaritas atas kawan pesilatnya yang dianiaya dan dilempari batu oleh sekelompok pemuda.
Mereka berupaya mencari dan memburu para pelaku yang melakukan penganiayaan tersebut. Namun, hingga kini, belum diketahui secara pasti siapa yang memulai keributan, hingga terjadi aksi lempar batu di ruas jalan tersebut.
Kericuhan juga terjadi saat rombongan pesilat ini sampai di jalan poros nasional Lamongan-Babat, tepatnya di ruas jalan antara Kecamatan Turi – Kecamatan Sukodadi.
Akibatnya, satu Truk Hino nopol B 9468 BYV mengalami pecah kaca depan dan samping kiri-kanan akibat terkena lemparan massa. Bahkan, Kabag Ops Polres Lamongan Kompol Agus S yang kala itu mengamankan rombongan juga menjadi korban lantaran jidat bagian kirinya terkena lemparan batu.
Baca Juga:Ratusan Pesilat Ribut di Ruas Jalan Lamongan, Saling Lempar dengan Warga
Tak cukup itu, salah satu motor milik pesilat dan monil Elf juga mengalami kerusakan. Sedangkan 2 anggota perguruan silat, yakni KA (18) dan TH (20), mengalami luka dan harus dilarikan ke rumah sakit terdekat. Keduanya merupakan pemuda yang berasal dari Kecamatan Babat.
Beruntung, para petugas kepolisian buru-buru datang ke TKP dan mampu mengurai keributan. Massa dari perguruan silat itu pun bergerak pulang setelah dijamin dan dikawal oleh personil Polres Lamongan.