Misi Gangster ABG Surabaya Cari Musuh Biar Jadi Penguasa Jalanan Kota

Tawuran gangster remaja terjadi di Kota Surabaya dalam beberapa hari terakhir. Tiga orang telah ditangkap kepolisian setempat terkait dengan tawuran antar anak-anak muda itu.

Muhammad Taufiq
Kamis, 27 Oktober 2022 | 11:05 WIB
Misi Gangster ABG Surabaya Cari Musuh Biar Jadi Penguasa Jalanan Kota
Ilustrasi tawuran. [Antara]

SuaraJatim.id - Tawuran gangster remaja terjadi di Kota Surabaya dalam beberapa hari terakhir. Tiga orang telah ditangkap kepolisian setempat terkait dengan tawuran antar anak-anak muda itu.

Tiga orang yang ditangkap ini merupakan anggota gangster Team WokWo Kacaw berinisial MRS (18) warga Tembok Dukuh dan MFA (18) warga Bubutan dan AS (16) warga Pacarkeling, Surabaya, yang membacok Rama (19) di Jembatan Suroboyo, Senin (24/10/2022) kemarin.

Unit Jatanras Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak menggelandang mereka ke kantor polisi untuk di minta keterangan. Kepada polisi, mereka memberikan alasan tawuran. Ternyata, itu dilakukan untuk saling mengalahkan geng lain.

Tujuannya mereka ingin menjadi geng terkuat di Surabaya. MRS, salah satu tersangka mengaku, geng yang memiliki anggota dari Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo ini telah berdiri sejak 2020.

Baca Juga:Diganti Mapel Pengembangan Karakter, Siswa SD dan SMP Surabaya Bakal Bebas PR

Mereka punya misi, bahwa harus lebih unggul dan jadi nomor satu di antara gangster lainnya. Alhasil, aktivitas tawuran di malam hari kerap mereka lakukan.

"Melawan sama-sama gengnya. Kami dari Team WokWo sudah dibentuk 2 tahun dari tiga kota, Surabaya, Gresik dan Sidoarjo," katanya, dikutip dari beritajatim.com jejaring media suara.com, Rabu (26/10/2022).

Sementara informasi yang dihimpun, mereka memiliki kode etik, saat melakukan aksi tawuran. Siapa yang kalah, maka atribut berupa bendera atau senjata yang saat itu dibawa, akan dirampas oleh pihak pemenang.

Selain itu, mereka juga aktif memposting kemenangan mereka saat tawuran melalui sosial media seperti Facebook, Instagram dan TikTok serta diberi caption dengan kalimat yang provokatif. Hal ini diduga yang jadi latar belakang tawuran antar gangster di Surabaya, sebab kubu yang kalah merasa terhina hingga memicu dendam.

Sebelumnya, Selain balas dendam karena kalah tawuran sebelumnya, para pelaku pembacokan di Jembatan Suroboyo mengaku tawuran karena gabut atau jenuh dan demi konten sosial media.

Baca Juga:Ngotot Gelar KLB, Persis Solo Resmi Surati PSSI, Berikut Ini Isi Lengkapnya

Hal itu disampaikan langsung oleh MRS (18) salah satu pelaku yang kini mendekam di sel tahanan Polres Pelabuhan Tanjung Perak.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini