Orang Lamongan Antre STB TV, Toko Elektronik Sampai Kehabisa Stok

Migrasi tv analog ke tv digital atau Analog Switch Off (ASO) mulai diterapkan oleh sejumlah stasiun televisi nasional. Mereka mulai mematikan siaran analog mereka.

Muhammad Taufiq
Kamis, 03 November 2022 | 12:47 WIB
Orang Lamongan Antre STB TV, Toko Elektronik Sampai Kehabisa Stok
Antrean STB TV di salah satu Toko Elektronik Lamongan [Foto: Beritajatim]

SuaraJatim.id - Migrasi tv analog ke tv digital atau Analog Switch Off (ASO) mulai diterapkan oleh sejumlah stasiun televisi nasional. Mereka mulai mematikan siaran analog mereka.

Setelah ASO diterapkan, yang terjadi di kalangan masyarakat adalah antrean panjang di toko elektronik. Mereka ramai-ramai mencari dan membeli Set Top Box (STB). Kondisi ini misalnya terjadi di Lamongan Jawa Timur ( Jatim ).

Warga tampak berduyun-duyun membeli Set Top Box (STB), bahkan sampai ada yang berebut. Alhasil banyak toko elektronik di Lamongan yang kehabisan stok STB. Barang pun menjadi langka.

"Dua pekan ini mulai ramai orang-orang membeli STB. Jika sebelumnya kita biasanya menjual sekitar 20 buah STB, tapi menjelang ASO ini banyak warga yang membeli. Pembelian naik hingga 2 kali lipat," ujar Firnanda, salah satu karyawan toko elektronik di Jalan Lamongrejo Lamongan, Rabu (2/11/2022).

Baca Juga:Set Top Box Jadi Penting Setelah Siaran Analog Distop, Intip Harganya

Dikutip dari beritajatim.com jejaring media suara.com, Firnanda menjelaskan selain disebabkan oleh penerapan ASO, peningkatan penjualan STB ini dipengaruhi oleh kualitas gambar televisi digital yang lebih baik daripada televisi analog.

"Di toko, kami menjual STB dengan harga beragam mulai dari Rp 150 ribu hingga Rp 300 ribu. Sempat kehabisan stok terus kita datangkan lagi. Kita tidak berani ambil banyak karena kabarnya juga ada pembagian STB gratis dari pemerintah," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, salah seorang warga Lamongan Safari mengaku, ia sudah datang ke beberapa toko elektronik di Lamongan untuk mencari STB, alat penangkap sinyal TV digital. Namun, ia hanya bisa menemukan 1 toko saja yang masih menjual, karena toko lainnya sudah kehabisan stok.

"Kabarnya TV mau pindah digital, sehingga saya juga ikutan untuk membeli STB. Tetangga saya sudah banyak yang pakai TV digital, ternyata gambarnya lebih jernih," kata Safari.

Secara terpisah, Kepala Diskominfo Lamongan Sugeng Widodo mengatakan, pembagian STB gratis kepada masyarakat sudah dimulai sejak 1 November 2022 kemarin. Menurutnya, data penerima STB di Lamongan jumlahnya lebih dari 21 ribu.

Baca Juga:Harga Set Top Box TV Digital Terbaik 2022, Ini 7 Rekomendasinya!

Pendistribusian STB di Lamongan ini, sebut Sugeng, dibantu oleh Babinsa dengan data penerimanya sudah ditentukan dari pemerintah pusat. Sedangkan untuk penyedia STB, kata Sugeng, adalah pihak vendor.

"Sudah sejak kemarin dibagikan, Mas. Dibagikan bagi warga miskin di mana data penerimanya sudah dari pusat, yang menyediakan vendor (pihak penyedia). Pendistribusiannya dibantu Babinsa," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak