12 Saksi Diperiksa Dalam Kasus Bocah SD Koma Dianiaya Kakak Kelasnya

Kepolisian Malang terus mendalami kasus bocah SD koma setelah dirundung dan dianiaya kakak kelasnya di Desa Jenggolo Kecamatan Dukuh Pakis Kabupaten Malang.

Muhammad Taufiq
Kamis, 24 November 2022 | 15:00 WIB
12 Saksi Diperiksa Dalam Kasus Bocah SD Koma Dianiaya Kakak Kelasnya
Kapolres Malang AKBP Putu Kholis Aryana saat menjenguk korban [Foto: Beritajatim]

SuaraJatim.id - Kepolisian Malang terus mendalami kasus bocah SD koma setelah dirundung dan dianiaya kakak kelasnya di Desa Jenggolo Kecamatan Dukuh Pakis Kabupaten Malang.

Kondisi korban bernama Marcello Widy Febrian, itu saat ini sudah sadar dan mau makan. Meskipun begitu, Ia masih mengalami trauma psikis dan masih butuh pendampingan.

Untuk kasusnya, Kapolres Malang AKBP Putu Kholis Aryana mengatakan penyidik telah memeriksa 12 saksi mata. Para saksi ini terdiri dari keluarga korban, pihak sekolah dan teman-temannya.

"Menurut dokter korban mengalami luka dalam. Tapi fokus pemulihannya saat ini lebih pada trauma psikis," ungkap Putu Kholis dikutip dari beritajatim.com jejaring media suara.com, Kamis (24/11/2022).

Baca Juga:Bocah SD di Malang Koma Setelah Dianiaya 7 Orang Siswa, Netizen Minta Pelaku di Penjara

Kholis menambahkan, para saksi yang diperiksa itu juga termasuk 7 bocah kakak kelasnya, serta teman-teman korban yang mengetahui kejadian tersebut.

"Termasuk tujuh orang kakak kelasnya yang diduga melakukan penganiayaan," kata Kapolres saat menjenguk korban di rumah sakit.

Sementara itu, ayah korban mengatakan berdasarkan hasil CT Scan rumah sakit, terdapat gumpalan di otak anak SD tersebut.

"Kalau kondisi anaknya saat ini sudah jauh lebih baik. Sudah sadar dan mau makan," katanya menambahkan.

Sebelumnya, siswa SD tersebut mengalami koma dan menjalani perawatan sejak Rabu (16/11/2022). Pada awal masuk ke rumah sakit, korban mengalami kejang-kejang hebat dan mengeluh kepala pusing.

Baca Juga:Tragis! Bocah SD Koma di Rumah Sakit Pasca Dikeroyok Kakak Kelas

"Awalnya kami tidak tahu kalau anak saya baru menjadi korban penganiayaan. Saya kira karena tifusnya kambuh. Sebab sebelumnya ia juga sempat sakit tifus," ujarnya.

News

Terkini

Masyarakat Tanah Air kembali digegerkan dengan aksi terduga teroris. Kali ini, bom bunuh diri itu terjadi di Polsek Atanaayar, Bandung, Jawa Barat. Dua orang yang meninggal.

News | 12:05 WIB

Kementerian Hukum dan HAM Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, memutuskan Pembebasan Bersyarat (PB) pada narapidana teroris, Hisyam bin Alizein Alias Umar Patek.

News | 21:13 WIB

Tim relawan BRI juga telah membantu proses evakuasi warga yang terisolir akibat rerentuhan pasca gempa.

News | 20:48 WIB

Sebab restrukturisasi kredit BRI sudah melandai.

News | 19:00 WIB

Bom bunuh diri kembali terjadi negeri ini. Kali ini sasarannya Polsek Astana Anyar Kota Bandung Jawa Barat, Rabu (07/12/2022).

News | 17:58 WIB

Petinggi Sunda Empire, Lor Rangga atau Ki Rangga Sasana meninggal dunia pagi tadi. Ia meninggal dunia setelah masuk rumah sakit semalam, Selasa (06/12/2022).

News | 10:58 WIB

Hujan deras mengguyur sejumlah wilayah di Jawa Timur ( Jatim ) kemarin malam, Selasa (06/12/2022). Salah satu wilayah yang diguyur hujan lebat ini Kabupaten Jombang.

News | 10:34 WIB

Warga Desa Gunung Eleh Kecamatan Kedungdung Kabupaten Sampang Madura digegerkan dengan pengeboran sumur warga menyemburkan api.

News | 09:33 WIB

Hingga saat ini, setidaknya BRI telah menyalurkan bantuan makanan cepat saji dengan menyalurkan bantuan lebih dari 5.000 makanan siap santap (nasi bungkus).

News | 17:00 WIB

Pemerintah Kota Surabaya mendapat peringkat A (sangat baik) dari KemenpanRB untuk penilaian Indeks Reformasi Birokrasi.

News | 15:46 WIB

Gempa bumi berkekuatan 6.2 dilaporkan mengguncang wilayah Jember, Jawa Timur ( Jatim ), Selasa (06/12/2022) sekitar pukul 13.07 WIB.

News | 13:31 WIB

Beredar video rekaman CCTV yang memperlihatkan detik-detik seorang penjaga perlintasan kereta api (KA) yang ada di Desa Sumlaran, Kecamatan Sukodadi, Lamongan, Jawa Timur.

News | 12:30 WIB

Setelah melakukan penyelidikan kasus penyerangan warga dan penjarahan sebuah warung kopi di Keputih Sukolilo Kota Surabaya Jawa Timur ( Jatim ), para pelaku pendekar silat.

News | 09:39 WIB

Julukannya saja kentir alias gila. Perilakunya ternyata sama. Kentir yang memiliki nama asli Widiono (32) itu tega membacok istrinya sendiri dengan pisau daging.

News | 08:04 WIB

Setelah menjadi agen, pendapatan kini justru meningkat.

News | 15:30 WIB
Tampilkan lebih banyak