Sementara itu, Khofifah menambahkan, penanganan banjir di daerah tersebut akan menggunakan anggaran yang cukup besar. Dia memberikan saran untuk tahap awal yakni dengan merevitalisasi pintu air Kuro.
"Banjir di sini (Lamongan) itu menggenang. Genangannya bisa bulanan. Oleh karena itu harus dicari titik yang paling signifikan untuk bisa dilakukan proses rekonstruksinya. Nah, pintu air Kuro itu salah satu yang cukup signifikan," ucapnya.
Untuk memperbaiki pintu air Kuro itu, menurutnya akan menghabiskan anggaran sekitar Rp 65 miliar. Nantinya, pemprov akan patungan dengan pemkab Lamongan. Satu per tiga anggaran ditanggung pemkab Lamongan. Lalu, dua per tiga dari pemprov Jatim.
"Setelah ini saya akan mendetailkan bersama Sekdaprov. Supaya proses penanganan ini lebih terukur. Bahwa mungkin belum bisa 100 persen karena ada 2 titik simpul tadi," katanya.
Baca Juga:Pemkab Kudus Operasikan Mesin Pompa Atasi Genangan Banjir
Selain pembangunan kembali pintu air, ia juga mendorong agar pusat Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo ikut bertindak menangani simpul penyebab banjir. Yakni dengan melakukan normalisasi sungai. "Pada posisi ini kita ingin minta izin ke Kementerian PUPR," ujarnya.
Kontributor : Yuliharto Simon Christian Yeremia