Hasil survei Populi Center terkait kemampuan capres-cawapres memberantas korupsi juga tunjukkan ada 14,8 persen koresponden yang tidak tahu atau tidak menjawab. Angka ini menurun jika dibandingkan pada November 2023 sebesar 16,2 persen koresponden ragukan kemampuan capres-cawapres berantas korupsi.
Hasil Populi Center juga temukan bahwa nama Prabowo Subianto mendapatkan tingkat keterpilihan tertinggi dengan 40,7 persen. Di urutan kedua terdapat nama Ganjar Pranowo dengan 19,3 persen, dan di urutan ketiga adalah Anies Baswedan dengan 18,5 persen.
Adapun nama-nama lain mendapat tingkat keterpilihan di bawah 2 persen. Sementara untuk top of mind cawapres, nama Gibran Rakabuming Raka mendapat tingkat keterpilihan tertinggi dengan 31,8 persen, disusul Mahfud MD dengan 18,4 persen, dan Muhaimin Iskandar dengan 12,6 persen. Sementara nama-nama tokoh lain mendapat angka di bawah 2 persen.
Temuan pada pertanyaan terbuka untuk capres dan cawapres beirisan dengan perolehan suara elektabilitas pasangan calon saat ini. Data menunjukkan bahwa pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka mendapat elektabilitas tertinggi dengan 46,7 persen.
Di urutan selanjutnya pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD serta Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar mendapat angka yang sama, yakni sebesar 21,7 persen.
Populi Center menyelenggarakan Survei Nasional mulai tanggal 28 November hingga 5 Desember 2023. Sampel responden tersebar secara proporsional di 38 provinsi di Indonesia, termasuk di 4 (empat) Daerah Otonomi Baru yaitu Papua Tengah, Papua Barat Daya, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.
Metode pengambilan data dalam survei ini dilakukan melalui wawancara tatap muka (face to face interview) dengan menggunakan aplikasi survei Populi Center kepada 1.200 responden yang dipilih menggunakan metode acak bertingkat (multistage random sampling).
Margin of Error (MoE) diperkirakan ± 2,83 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.
Baca Juga:Tegaskan Cita-cita Jokowi Hilirisasi Dilanjutkan, Prabowo Subianto: Kita Tidak Ragu-ragu!