“Banyak sekali ikhtiar yang kami lakukan seperti pada saat penanganan Covid-19, penyaluran bansos, dan langkah-langkah penanganan lain. Kita benar-benar bekerja sangat erat dengan rekan-rekan perangkat desa,” sambungnya.
Karena itu, menurutnya lima tahun memimpin Jatim tidak cukup untuk mengentaskan kemiskinan di provinsi itu.
Pemprov Jatim di bawah pimpinan Khofifah-Emil sering kali melakukan koordinasi dan meluncurkan berbagai program. Tujuannya untuk meningkatkan kondusifitas kerja perangkat desa.
Emil ingin, catatan positif tersebut dapat semakin ditingkatkan. Serta dapat diimbangi dengan partisipasi aktif dari pemerintah kabupaten yang ada di Jawa Timur. Salah satu strategi yang perlu dimaksimalkan adalah meningkatkan sinergi anggaran antara provinsi dan kabupaten.
Baca Juga:Breaking News! Kecelakaan Maut di Pasuruan: Mobil Ditabrak KA, 3 Orang Tewas
“Kalau tidak diimbangi peran dari pemkab untuk ikut bersama-sama melakukan, istilahnya co-funding atau co-financing akan sulit mencapai target-target yang kita harapkan,” tegas mantan bupati Trenggalek tersebut.
Ketua PPDI Jawa Timur Sutoyo M. Muslih menekankan, PPDI Jatim telah menyaksikan langsung pembangunan desa di masa Khofifah-Emil. PPDI Jatim juga mengapresiasi tindakan nyata yang dilakukan keduanya semasa menjabat. Karena telah memberi perhatian terhadap kesejahteraan para perangkat desa.
“Mudah-mudahan karena Jatim sekarang sudah nyata terlihat hasilnya selama dipimpin beliau berdua, kita doakan beliau berdua masih bisa bersama lagi di periode selanjutnya,” katanya lagi.