- Tanah longsor akibat hujan deras melumpuhkan jalan nasional penghubung Kabupaten Malang dan Lumajang pada Rabu, 1 April 2026.
- Tim gabungan berhasil membersihkan material longsoran di Desa Tirtomoyo dan Desa Simojayan menggunakan alat berat serta tenaga manual.
- Seluruh akses jalan yang sempat tertutup material longsor kini telah kembali normal dan aman dilalui masyarakat sejak Kamis sore.
SuaraJatim.id - Kegelapan malam di lereng perbatasan Malang-Lumajang, Rabu (1/4/2026), sempat mencekam. Hujan deras yang mengguyur tanpa henti sejak pukul 17.00 WIB akhirnya memicu bencana yang ditakuti para pelintas jalan yaitu tanah longsor.
Material tanah dan bebatuan runtuh, menelan badan jalan nasional di wilayah Desa Tirtomoyo, Kecamatan Ampelgading.
Seketika, jalur vital yang menghubungkan Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang ini lumpuh. Kendaraan tertahan, dan urat nadi logistik di wilayah Jawa Timur bagian selatan pun sempat terhenti.
Tak butuh waktu lama bagi petugas gabungan untuk bergerak. Sejak pagi buta pada Kamis (2/4/2026), deru mesin alat berat mulai memecah kesunyian di lokasi longsor.
Baca Juga:6 Destinasi Wisata Lumajang untuk Libur Lebaran 2026, Surga Alam Eksotis di Kaki Semeru
Petugas dari BPBD Kabupaten Malang, Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jatim, hingga Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali bahu-membahu "mengeroyok" material longsoran.
Bukan hanya alat berat, para petugas di lapangan juga mengandalkan tenaga manual. Dengan sekop dan gerobak pasir, mereka menyisir sisa-sisa tanah yang licin agar aspal kembali aman dipijak ban kendaraan.
“Penanganan dan pembersihan sudah selesai pukul 14.00 WIB. Saat ini tinggal tahap finishing saja. Untuk arus lalu lintas di sana dipastikan sudah normal dan aman kembali,” ungkap Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, Kamis (2/4/2026) sore.
Data BPBD mencatat, gundukan tanah yang menutupi jalan nasional tersebut mencapai dimensi 6x4 meter. Ukuran yang cukup untuk menjebak kendaraan besar jika tidak segera dievakuasi.
Ternyata, musibah di Ampelgading tidak datang sendirian. Di waktu yang nyaris bersamaan, longsor juga menghantam Desa Simojayan. Material tanah menutup total jalan penghubung menuju Desa Mulyosari, membuat akses antar-desa sempat terisolasi.
Baca Juga:Gunung Bromo Siap Sambut Libur Lebaran 2026, Fasilitas Wisata Dijamin Aman dan Nyaman
Namun, kecepatan gerak tim gabungan patut diacungi jempol. Sembari membuka jalan nasional, tim lain juga merampungkan pembersihan di Simojayan.
“Yang di Desa Simojayan juga sudah beres. Jalur penghubung desa sudah terbuka kembali,” tambah Sadono. (ANTARA)