- Siti Robiah, nenek berusia 91 tahun asal Ponorogo, menjadi calon jemaah haji tertua yang berangkat pada tahun 2026.
- Ia mengumpulkan biaya haji selama enam tahun melalui hasil berjualan arang, buah srikaya, hingga menjual tanah pribadinya.
- Meski sempat mengalami kendala teknis saat perekaman sidik jari, hasil pemeriksaan medis menunjukkan kondisi fisiknya tetap sehat terjaga.
Petugas sempat kesulitan melakukan perekaman sidik jari karena jari-jari Mbah Robiah yang sudah bengkok akibat usia dan kerja fisik yang berat di masa muda.
Proses yang biasanya singkat itu berlangsung alot selama hampir satu jam. Suasana sempat tegang hingga cucunya tak kuasa membendung air mata.
Namun, sebuah ide sederhana muncul. Mereka mengolesi jari-jari renta itu dengan minyak telon agar kulitnya lebih lunak dan mudah terbaca mesin.
"Alhamdulillah, setelah dikasih minyak telon akhirnya terekam. Waktu itu saya sampai menangis tersedu-sedu melihat perjuangan Mbah," kenang Binti.
Baca Juga:Fokus Melayani, Bukan Cari Jodoh! Kemenhaj Surabaya Larang Petugas Haji Cinlok di Tanah Suci
Meski akan menginjak usia hampir seabad saat berangkat pada 26 April mendatang, kondisi medis Mbah Robiah membuat tim dokter kagum.
Hasil check-up menunjukkan kadar kolesterol dan organ dalamnya normal. Ia hanya mengeluhkan batuk dan pilek ringan yang wajar dialami lansia.
Kekuatan fisiknya mungkin terbentuk dari kebiasaan masa mudanya yang tak pernah diam.
"Riyen mlampahe gendong areng disade ten pasar (Dulu jalan kaki sambil menggendong arang untuk dijual di pasar)," kenang Mbah Robiah menutup pembicaraan.
Baca Juga:Tegas Dibantah, Isu Pemeriksaan KPK Terhadap Haji Her Dinilai Hoaks dan Cenderung Fitnah