Di sisi lain, Ketua PP Muslimat NU Arifah Choori Fauzi mengatakan, sebelum dikukuhkan, Muslimat NU telah mengikuti pelatihan.
“Tidak sekadar ikut tetapi melewati beberapa persyaratan dan prosedur terutama mendengar keluhan masyarakat di sekitarnya," ujarnya.
Mencegah kekerasan terhadap anak dan perempuan, tidak bisa diselesaikan satu pihak saja. Akan tetapi, tingkat cabang, anak ranting, kabupaten, kecamatan dan desa mengajak lawyer, polsek, LSM yang mau dan peduli terhadap persoalan kekerasan seksual dan kesehatan mental anak dan perempuan.
Pecahkan Dua Rekor MURI Sekaligus
Baca Juga:Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan dan Tali Asih Rp16,616 Miliar untuk Masyarakat Kediri
Pada kesempatan tersebut, Muslimat NU menerima piagam pemecahan rekor MURI kategori organisasi masyarakat perempuan dengan jumlah profesor perempuan terbanyak di Indonesia.
Selain itu kegiatan ini juga memecahkan rekor MURI sebagai forum nasional melibatkan profesor perempuan lintas disiplin ilmu terbanyak.
Dua penghargaan pemecahan rekor tersebut diserahkan langsung oleh Direktur MURI Semarang Ari Indriani kepada Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa.
"Tingkat intelektualitas mendorong perempuan mempunyai jabatan publik salah satunya profesor untuk meningkatkan kapasitas perempuan agar eksis secara kapabilitas dan probalitas sehingga menularkan pembangunan yang positif bagi bangsa Indonesia," kata Ari Indriani.
Selain itu, dilakukan penandatangan MoU antara Ketua PP Muslimat NU dengan PT Bank Syariah Indonesia (BSI) Tbk.***
Baca Juga:Jatim Resmi Buka Mudik Gratis Lebaran 2026, 7.000 Kuota Bus dan Kapal Laut Disiapkan ke 20 Daerah