20 Nyawa dalam Misteri: KMN Entok Hilang Kontak, Perairan Kangean Disisir Habis-habisan

Kapal KMN Entok dilaporkan hilang kontak di perairan Pulau Kangean, Sumenep

Wakos Reza Gautama
Kamis, 02 Juli 2026 | 13:41 WIB
20 Nyawa dalam Misteri: KMN Entok Hilang Kontak, Perairan Kangean Disisir Habis-habisan
KMN Entok dilaporkan hilang kontak setelah berlayar menuju Perairan Kangean, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. [beritajatim.com]
Baca 10 detik
  • Kapal KMN Entok dilaporkan hilang kontak di perairan Pulau Kangean, Sumenep, sejak Rabu, 1 Juli 2026 lalu.
  • Kapal tersebut membawa 20 orang nelayan yang seharusnya sudah bersandar di PPN Brondong setelah selesai melaut.
  • Satpolairud Polres Lamongan bersama instansi terkait sedang melakukan operasi pencarian dan koordinasi lintas wilayah untuk menemukan kapal.

SuaraJatim.id - Suasana di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong, Lamongan, kini diselimuti kecemasan yang mendalam. Biasanya, setelah 18 hari melaut, deru mesin KMN Entok akan terdengar mendekat membawa hasil tangkapan.

Namun, hingga Kamis (2/7/2026), cakrawala tetap kosong. Kapal pencari ikan tersebut dinyatakan hilang kontak di tengah ganasnya perairan Pulau Kangean, Sumenep.

Di dalam lambung kapal kayu itu, ada 20 nyawa, seorang nakhoda berinisial S dan 19 anak buah kapal (ABK), yang kini nasibnya menjadi tanda tanya besar bagi keluarga mereka di daratan.

Keluarga dan pemilik kapal mulai didera ketakutan setelah KMN Entok melewati batas waktu operasional normalnya. Sesuai jadwal, kapal seharusnya sudah bersandar di PPN Brondong untuk bongkar muat hasil laut.

Baca Juga:Solar Langka: Jeritan Nelayan Pamekasan yang Terpasung di Darat

Namun, sejak Rabu (1/7/2026), segala upaya komunikasi melalui radio maupun perangkat lainnya nihil hasil.

Andik, sang pemilik kapal, bersama Nurwakit, Ketua Rukun Nelayan Desa Blimbing, akhirnya memutuskan untuk melaporkan situasi darurat ini ke Satpolairud Polres Lamongan pada Rabu sore.

Merespons laporan tersebut, aparat kepolisian langsung bergerak cepat. Mengingat lokasi hilangnya kontak berada di wilayah Perairan Kangean, koordinasi lintas kabupaten pun segera dipacu.

Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda Muhammad Hamzaid, menjelaskan bahwa Satpolairud Polres Lamongan di bawah komando AKP Guntur telah menjalin sinergi ketat dengan Satpolairud Polres Sumenep, KSOP Tanjung Pakis, hingga Syahbandar PPN Brondong.

"Sinergi lintas instansi ini sangat krusial agar proses pencarian dilakukan secara maksimal dan mencakup area yang luas. Kami bergerak serentak untuk menemukan keberadaan kapal tersebut," ujar Ipda Hamzaid, Kamis (2/7/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.

Baca Juga:KM La Risky Karam Tabrak Karang di Pulau Kangean, Ratusan Elpiji Mengapung

Pihak kepolisian juga mengeluarkan seruan kepada seluruh nelayan dan kapal niaga yang sedang melintas di sekitar Perairan Kangean untuk tetap waspada.

Bantuan informasi dari sesama pelaut di lapangan diharapkan bisa menjadi titik terang dalam misi penyelamatan ini.

"Kami mengajak seluruh rekan-rekan nelayan di perairan tersebut untuk ikut memantau. Sekecil apa pun informasi akan sangat berarti. Harapan kami seluruh awak kapal dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini