BRI Kian Solid, Kuartal I 2026 Bukukan Setoran Kepada Negara 8,1 Triliun

BRI catat setoran pajak besar berkat laba tinggi dan UMKM. Transformasi Danantara berpotensi perkuat kontribusi dan efisiensi ekonomi nasional.

Fabiola Febrinastri | Tantri Amela Iskandar
Selasa, 04 Agustus 2026 | 15:09 WIB
BRI Kian Solid, Kuartal I 2026 Bukukan Setoran Kepada Negara 8,1 Triliun
Suasana Gedung Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara di Jakarta, Selasa (8/7/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

SuaraJatim.id - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) dinilai terus menunjukkan kinerja yang solid sebagai salah satu kontributor terbesar penerimaan negara dari sektor perpajakan.

Ekonom menilai, konsistensi tersebut berpotensi semakin kuat seiring transformasi tata kelola BUMN di bawah Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).

Berdasarkan data perseroan per Juli 2026, sepanjang kuartal I 2026 BRI membukukan total setoran kepada negara secara konsolidasian sebesar Rp 8,1 triliun.

Capaian tersebut melanjutkan tren positif, di mana setoran fiskal BRI konsisten menembus lebih dari Rp 50 triliun per tahun sepanjang periode 2023–2025.

Baca Juga:Lewat BRI Peduli, PMI di Taiwan Dibekali Literasi Keuangan dan Strategi Mengembangkan Usaha

Ekonom sekaligus Direktur Program Kebijakan Prasasti Center for Policy Studies Piter Abdullah menilai, kontribusi perpajakan BRI merupakan salah satu keunggulan yang sulit ditandingi oleh bank-bank lain di Indonesia.

"BRI memberikan kontribusi pajak terbesar di industri keuangan. Hal ini menurut saya merupakan keunggulan BRI yang tidak bisa disaingi oleh bank-bank lain, bahkan oleh bank-bank besar lainnya seperti Mandiri dan BCA," ujar Piter.

Menurutnya, keunggulan tersebut ditopang oleh basis nasabah BRI yang sangat luas, mencapai lebih dari 70 juta nasabah yang tersebar hingga pelosok daerah, dengan mayoritas berasal dari segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

"Dengan basis nasabah yang begitu luas tersebut, BRI bisa terus menjaga sumber dana murah yang pada akhirnya menghasilkan tingkat laba yang begitu tinggi. Kontribusi pajak BRI yang besar utamanya disebabkan oleh laba BRI yang tinggi, di samping tingkat kepatuhan pembayaran pajak yang juga terjaga dengan baik," jelasnya.

Terkait keberadaan BRI di bawah supervisi Danantara, Piter menilai transformasi tata kelola yang tengah dijalankan berpotensi semakin memperkuat posisi strategis BRI dalam memberikan kontribusi kepada negara.

Baca Juga:Dedikasi Mantri BRI di Kepulauan Talaud, Hadir Dampingi UMKM dan Perkuat Ekonomi Masyarakat

"Konsistensi BRI menyetor pajak sudah berlangsung sebelum Danantara terbentuk. Namun, transformasi tata kelola yang dilakukan Danantara berpotensi meningkatkan posisi dan peran strategis BRI dalam menyetor pajak kepada negara. Saya kira BRI bisa menjadi model atau percontohan bagi BUMN dalam berkontribusi terhadap penerimaan negara," katanya.

Kewajiban perpajakan yang disetorkan BRI meliputi Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Bea Meterai, PPh Badan, hingga pajak daerah. Penilaian tersebut sejalan dengan arah transformasi yang disampaikan Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan BUMN, Dony Oskaria.

Menurutnya, bank-bank milik negara yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) terus menunjukkan kinerja positif seiring implementasi agenda transformasi Danantara.

"Kinerja bank Himbara yang positif menjadi pilar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui pembiayaan yang lebih besar kepada sektor-sektor produktif dan kerakyatan, termasuk industri manufaktur, hilirisasi sumber daya alam, infrastruktur, UMKM, serta berbagai sektor yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan daya saing nasional," ujar Dony.

Dorong Efisiensi Ekonomi Digital

Selain kontribusi terhadap penerimaan negara, Piter juga menilai digitalisasi yang dilakukan BRI hingga ke akar rumput semakin memperkuat pembiayaan sektor produktif, khususnya UMKM.

Menurutnya, perluasan transaksi digital melalui QRIS dan bertambahnya jumlah merchant di ekosistem UMKM BRI turut meningkatkan efisiensi perekonomian nasional.

"Dengan basis nasabah lebih dari 70 juta yang mayoritas UMKM, BRI memegang posisi strategis dalam percepatan digitalisasi. Hasil riset Prasasti membuktikan bahwa digitalisasi sektor UMKM mampu mengurangi Incremental Capital Output Ratio (ICOR) atau meningkatkan efisiensi perekonomian nasional secara keseluruhan," tutup Piter. ***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak