Hari Pramuka ke-65, Gubernur Khofifah Ajak Pramuka Jatim Jadi Penggerak Swasembada Pangan

Khofifah menambahkan, perkembangan teknologi justru membuka ruang yang semakin luas bagi generasi muda untuk masuk ke sektor pertanian.

Fabiola Febrinastri
Jum'at, 14 Agustus 2026 | 10:12 WIB
Hari Pramuka ke-65, Gubernur Khofifah Ajak Pramuka Jatim Jadi Penggerak Swasembada Pangan
Pramuka Jawa Timur diajak menjadi penggerak swasembada pangan.(Dok: Pemprov Jatim)

SuaraJatim.id - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh anggota Gerakan Pramuka, khususnya di Jawa Timur, untuk mengambil peran nyata dalam memperkuat ketahanan pangan dan mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional.

Menurut Khofifah, keterlibatan Pramuka menjadi semakin penting karena swasembada pangan bukan semata persoalan produksi, melainkan bagian dari upaya memperkuat kemandirian dan kedaulatan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

Ajakan Gubernur Khofifah tersebut sejalan dengan peringatan Hari Pramuka ke-65 pada 14 Agustus 2026, yang mengusung tema “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045.”

Khofifah menilai tema tersebut sangat relevan dengan tantangan pembangunan nasional saat ini. Ketahanan pangan, kata dia, membutuhkan keterlibatan lintas sektor dan seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda yang memiliki energi, kreativitas, serta kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi.

Baca Juga:Gubernur Jatim & Deputi Bank Indonesia Lepas Gowes Nusantara 2026 HUT ke-73 BI, Apresiasi Sinergitas

“Gerakan Pramuka memiliki kekuatan luar biasa karena hadir sampai ke akar rumput dan membentuk generasi muda yang disiplin, mandiri, tangguh, serta memiliki kepedulian sosial. Kekuatan ini harus kita sinergikan untuk ikut menjaga ketahanan pangan dan mendorong terwujudnya swasembada pangan nasional,” ujarnya.

Ia mengatakan kontribusi Pramuka terhadap ketahanan pangan tidak harus selalu dimulai dari kegiatan berskala besar. Langkah sederhana di lingkungan sekolah, keluarga, maupun komunitas dapat menjadi bagian dari gerakan tersebut.

Di antaranya dengan membangun kesadaran untuk tidak membuang makanan, memanfaatkan lahan pekarangan untuk tanaman produktif, mengenalkan dunia pertanian kepada generasi muda, mengembangkan kebun pangan, hingga ikut menjaga kelestarian lingkungan dan sumber daya alam.

“Semangat Pramuka adalah semangat untuk hadir, berkarya dan memberikan manfaat. Karena itu, Pramuka harus menjadi bagian dari generasi yang tidak hanya memahami pentingnya pangan, tetapi juga ikut menjaga keberlanjutannya,” katanya.

Dalam konteks tersebut, Khofifah menegaskan, Jawa Timur memiliki posisi strategis dalam mendukung agenda ketahanan dan swasembada pangan nasional. Jawa Timur tidak hanya menjadi salah satu lumbung pangan nasional, tetapi juga memiliki basis produksi tebu yang kuat serta terus mengembangkan berbagai komoditas tanaman pangan.

Baca Juga:Hari Anak Nasional 2026, Gubernur Khofifah Dorong Pemenuhan Hak Anak sebagai Investasi Bangsa

Terlebih di sektor pergulaan, Jawa Timur saat ini berkontribusi sekitar 51 persen terhadap produksi gula nasional. Sepanjang 2025, produksi gula kristal putih Jawa Timur mencapai sekitar 1,34 juta ton, sekaligus menjadi capaian tertinggi dalam satu dekade terakhir.

“Ini semakin mempertegas posisi Jawa Timur sebagai penyangga utama industri gula nasional sekaligus daerah strategis dalam ikhtiar mewujudkan swasembada gula,” ungkapnya.

Memasuki 2026, Jawa Timur kembali mendapat kepercayaan untuk melaksanakan Program Bongkar Ratoon seluas 48.315 hektare dan Program Perluasan Areal Tebu seluas 6.582 hektare. Total target pengembangan tebu di Jawa Timur mencapai 54.897 hektare yang tersebar di 24 kabupaten sentra tebu.

Tidak hanya komoditas gula, kekuatan Jawa Timur dalam mendukung ketahanan pangan nasional juga ditopang sektor tanaman pangan, terutama padi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), luas panen padi Jawa Timur pada 2025 mencapai sekitar 1,84 juta hektare, meningkat 13,88 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Dari luasan tersebut, produksi padi mencapai sekitar 10,44 juta ton Gabah Kering Giling (GKG), meningkat 12,60 persen dibandingkan produksi 2024. Produksi tersebut setara dengan sekitar 6,03 juta ton beras untuk konsumsi penduduk.

Khofifah menilai capaian sektor pangan Jawa Timur harus berjalan beriringan dengan regenerasi pelaku pertanian. Sebab, keberlanjutan ketahanan pangan dalam jangka panjang sangat bergantung pada kemampuan Indonesia menyiapkan generasi muda yang mau dan mampu terlibat dalam sektor pertanian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak