- Ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam di Sidoarjo mengalami dugaan keracunan makanan program gizi.
- Bupati Sidoarjo menemukan 31 dari 170 unit SPPG beroperasi tanpa izin resmi dan dihentikan sementara.
- Sebanyak 516 korban terdampak insiden tersebut, dengan puluhan pasien masih harus menjalani perawatan medis.
“Jangan mengganggu program Presiden. Program yang baik ini mari kita support, kita dukung. Kalau ada tata kelola yang kurang baik, ya kita benahi,” tegas Subandi.
Terkait kemungkinan penutupan atau tindakan terhadap SPPG yang diduga terkait dengan kasus tersebut, Subandi menyerahkan sepenuhnya kepada BGN sebagai pihak yang memiliki kewenangan.
Namun, Pemkab Sidoarjo tetap memberikan rekomendasi agar BGN mengambil langkah tegas jika ditemukan tata kelola yang tidak sesuai dengan ketentuan.
“Dengan kondisi seperti ini, apa langkah yang dilakukan oleh BGN, ya ini harus tegas,” katanya.
Baca Juga:Keracunan Massal Santri Usai Santap MBG Jadi Perhatian Khusus Bupati Sidoarjo
Kasus dugaan keracunan yang menimpa ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam kini menjadi ujian serius bagi pengawasan Program MBG.
Angka 516 pasien terdampak sekaligus menjadi peringatan bahwa ekspansi program berskala besar harus berjalan seiring dengan standar keamanan pangan, perizinan, dan pengawasan yang ketat.
Sebab, program yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat tidak boleh kehilangan tujuan utamanya hanya karena lemahnya tata kelola di tingkat pelaksana.
Kontributor : Dimas Angga Perkasa
Baca Juga:Ratusan Santri Dilarikan ke RS Diduga Keracunan Usai Santap MBG di Sidoarjo