- Crane proyek Jasa Marga terguling di Jalan Tol Surabaya-Gempol pada Jumat, 18 September 2026, pukul 15.30 WIB.
- Insiden tersebut merobohkan tiang listrik serta mempersempit arus lalu lintas jalan dari tiga lajur menjadi dua lajur.
- Peristiwa itu tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka, sementara pihak Jasa Marga masih melakukan evaluasi penyebabnya.
"Yang kami lakukan yang pertama adalah memastikan keselamatan teman-teman, baik pekerja maupun pengguna jalan. Kami lalu melakukan open traffic. Sekarang lalu lintas sudah mulai bisa dilalui secara lancar. Memang ada hambatan dari tiga lajur menjadi dua lajur saat ini," terang Iqbal.
Selain crane, salah satu dampak insiden adalah robohnya tiang PJU di sekitar lokasi. Petugas kemudian melakukan evakuasi terhadap bagian-bagian yang menghambat badan jalan agar arus kendaraan dapat kembali bergerak.
Untuk mengevakuasi crane, Jasa Marga mendatangkan alat berat tambahan. Proses tersebut sempat terkendala kepadatan lalu lintas sore hari sehingga alat evakuasi membutuhkan waktu untuk tiba di lokasi.
"Ini kami langsung evakuasi untuk posisi crane kepada posisi yang lebih aman," katanya.
Baca Juga:Dua Sesar Aktif Membelah Surabaya, Ancaman yang Tak Bisa Diprediksi
Iqbal memastikan kondisi crane akan ditangani agar tidak semakin menjorok ke arah jalan. Penanganan tersebut menjadi bagian dari langkah darurat untuk menghilangkan potensi gangguan maupun risiko tambahan terhadap pengguna jalan.
Proyek perkuatan lereng di ruas Tol Surabaya-Gempol sendiri telah memasuki tahap pelaksanaan sejak Agustus 2026. Sebelum pekerjaan berlangsung, sejumlah persiapan telah dilakukan dan proyek masih berjalan hingga saat ini.
"Mulai mungkin di Agustus 2026 sudah mulai ada persiapan. Dan ini progresnya masih terus berjalan sampai hari ini," ujar Iqbal.
Jasa Marga belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai penyebab teknis crane terguling. Evaluasi internal masih dilakukan untuk memastikan kronologi dan faktor yang memicu insiden tersebut.
Di tengah padatnya arus kendaraan sore hari, tidak adanya kendaraan yang tertimpa maupun korban luka membuat insiden tersebut tidak berkembang menjadi kecelakaan yang lebih besar.
Baca Juga:Sehari Sebelum Dilantik, Rektor UINSA Mangkir Panggilan Jaksa Terkait Dugaan Pungli Dosen Rp897 Juta
Namun, ambruknya alat berat di area pekerjaan tetap menjadi perhatian karena terjadi di lokasi yang berdekatan dengan jalur lalu lintas pengguna jalan.
Sekedar informasi, kemacetan akibat kejadian ini cukup panjang. Ekor kemacetan bahkan mencapai Jalan Indragiri, Jalan Dukuh Kupang, Jalan Kupang Indah.
Kontributor : Dimas Angga Perkasa