Tinjau Pembibitan Sapi Perah, Khofifah Dorong UPT Jadi Penggerak Peternakan Jatim

Gubernur Jatim Khofifah dorong pengembangan sapi perah di UPT Batu tak hanya tingkatkan populasi, tapi juga produktivitas, kualitas bibit, pakan, dan nilai ekonomi.

Fabiola Febrinastri | Tantri Amela Iskandar
Selasa, 22 September 2026 | 11:14 WIB
Tinjau Pembibitan Sapi Perah, Khofifah Dorong UPT Jadi Penggerak Peternakan Jatim
Gubernur Khofifah saat meninjau langsung pengelolaan sapi perah di Unit Pelaksana Teknis Pembibitan Ternak dan Hijauan Makanan Ternak (UPT PT dan HMT) Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, Jalan Raya Tlekung, Beji, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. (Dok: Pemprov Jatim)

SuaraJatim.id - jatimGubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong pengembangan peternakan sapi perah di Jawa Timur tidak berhenti pada peningkatan populasi ternak, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat produktivitas, kualitas bibit, ketersediaan pakan, hingga nilai ekonomi yang dihasilkan.

Hal itu disampaikan Gubernur Khofifah saat meninjau langsung pengelolaan sapi perah di Unit Pelaksana Teknis Pembibitan Ternak dan Hijauan Makanan Ternak (UPT PT dan HMT) Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, Jalan Raya Tlekung, Beji, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Minggu lalu.

Dalam kunjungannya, Gubernur Khofifah melihat berbagai aktivitas peternakan, mulai dari pembibitan, pemuliabiakan, budidaya sapi perah, produksi susu, hingga pengembangan hijauan makanan ternak sebagai sumber utama pakan.

Khofifah mengatakan, pengelolaan UPT PT dan HMT Batu telah berjalan dengan baik dan menunjukkan produktivitas yang tinggi. Keberadaan UPT tersebut dinilai memiliki fungsi strategis karena tidak hanya menjadi pusat pembibitan dan pengembangan peternakan, tetapi juga menghasilkan produk yang memberikan nilai ekonomi bagi daerah. Selain itu UPT ini juga menjadi tempat praktek siswa dan mahasiswa serta sarana penelitian bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan dan Fakultas Peternakan dari bernagai perguruan tinggi di Indonesia.

Baca Juga:Gubernur Khofifah Perluas Penyaluran Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan hingga Ponorogo

"Saya merasa bahwa proses yang dilakukan cukup bagus. Kandangnya bersih dan produktivitasnya juga tinggi. Oleh karena itu, UPT ini juga sudah memberikan PAD (Pendapatan Asli Daerah) kepada Pemprov Jawa Timur," ujarnya.

Saat ini, UPT PT dan HMT Batu mengelola sekitar 130 ekor sapi yang terdiri dari 72 ekor sapi dewasa, 28 ekor sapi dara, dan 30 ekor pedet. Dari 72 ekor sapi dewasa, sebanyak 40 ekor merupakan sapi laktasi atau sapi yang sedang menghasilkan susu. Sementara 32 ekor lainnya merupakan sapi nonlaktasi.

Produktivitas sapi laktasi di UPT sendiri berada pada kisaran 25–30 liter susu per ekor per hari. Dengan 40 ekor sapi laktasi, produksi susu yang dihasilkan mencapai sekitar 600 liter per hari. Produksi tersebut kemudian dipasarkan dan memberikan kontribusi terhadap PAD Provinsi Jawa Timur sekitar Rp 1 miliar per tahun. Kontribusi PAD tersebut juga berasal dari Agrowisata ternak, benih rumput dan produk hilirisasi susu berupa keju, susu pasturisasi dan stik keju.

Bagi Khofifah, capaian ini menunjukkan bahwa pengelolaan aset dan fasilitas peternakan milik Pemprov Jatim dapat dikembangkan sebagai bagian dari penguatan sektor peternakan sekaligus memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan.

Ia pun berharap kapasitas populasi sapi perah di UPT PT dan HMT Batu dapat terus ditingkatkan. Pengembangan populasi tersebut diharapkan berjalan beriringan dengan peningkatan produktivitas dan kualitas bibit.

Baca Juga:Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah ke-139 di Mojokerto, Dekatkan Akses Bahan Pokok Terjangkau

"Mudah-mudahan kita bisa meluaskan dari 130 menjadi 200 ekor yang ada di UPT Kota Batu ini karena areanya cukup luas," harapnya.

Selain itu, Khofifah menegaskan, pengembangan peternakan sapi perah juga harus ditopang dengan ketersediaan pakan yang memadai. Untuk itu, keberadaan lahan hijauan makanan ternak menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga keberlanjutan budidaya sapi perah.rumput gajah yang ditanam do area ini cukup luas.

Terlebih, UPT PT dan HMT Batu memiliki lahan sekitar 13 hektare, dengan sekitar 9,5 hektare di antaranya telah dimanfaatkan. Dari luasan tersebut, sekitar 2 hektare digunakan untuk bangunan, sedangkan sekitar 7 hektare dimanfaatkan sebagai lahan hijauan makanan ternak.

Salah satu hijauan yang dikembangkan adalah rumput gajah. Selain dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak yang dikelola UPT, lahan tersebut juga mendukung penyediaan bibit atau stek rumput gajah untuk pengembangan hijauan makanan ternak.

Kebutuhan hijauan makanan ternak bagi sapi yang dikelola UPT mencapai sekitar 1.300 ton per tahun. Dengan demikian, pengelolaan lahan hijauan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya menjaga produktivitas ternak.

Secara kelembagaan, UPT PT dan HMT melaksanakan sebagian tugas teknis Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur di bidang pembibitan, pemuliabiakan, budidaya ternak, serta pengembangan hijauan makanan ternak bagi masyarakat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak