- Petugas gabungan TNI, Polri, dan BNN menggelar razia di Lapas Kediri pada Selasa, 22 September 2026.
- Penggeledahan di Blok A, B, dan C tidak menemukan narkoba maupun ponsel, tetapi menyita tiga senjata tajam.
- Tes urine acak kepada 30 warga binaan dan petugas lapas menunjukkan seluruhnya negatif narkotika.
SuaraJatim.id - Razia gabungan di Lapas Kelas II A Kediri, Jawa Timur, tidak menemukan telepon seluler maupun narkoba di kamar hunian warga binaan pemasyarakatan (WBP).
Namun, petugas menyita sejumlah barang yang dinilai berpotensi mengganggu keamanan, termasuk tiga senjata tajam.
Razia digelar di seluruh kamar hunian Blok A, B, dan C pada Selasa (22/9/2026). Kegiatan melibatkan Lapas Kediri bersama TNI, Polri, BNN Kota Kediri, Brimob, dan Subdenpom.
Kepala Lapas Kelas II A Kediri Gatot Tri Rahardjo mengatakan, penggeledahan merupakan bagian dari deteksi dini gangguan keamanan sekaligus upaya mewujudkan lingkungan lapas bebas dari narkoba dan telepon seluler ilegal.
Baca Juga:Aroma Kopi dan Deru Hairdryer: Kedok Pabrik Narkoba Remote Control di Kamar Kos Sidoarjo
"Kami bersinergi dengan TNI, Polri, dan BNN melalui razia gabungan serta tes urine di Blok A, B, dan C. Alhamdulillah, hasil penggeledahan tidak menemukan handphone maupun narkoba," kata Gatot.
Dari penggeledahan tersebut, petugas mengamankan sembilan sendok aluminium, 10 paku, 12 korek gas, tiga senjata tajam, satu jarum atau pinset, tiga set kartu remi, dan satu set domino.
Seluruh barang temuan diamankan untuk didata dan ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain penggeledahan, BNN Kota Kediri melakukan tes urine secara acak terhadap WBP dan petugas lapas. Sebanyak 30 WBP menjalani pemeriksaan dan seluruhnya dinyatakan negatif narkotika. Hasil pemeriksaan terhadap petugas juga menunjukkan seluruh sampel negatif.
Kepala BNN Kota Kediri Yudha Wirawan mengapresiasi sinergi antar-aparat penegak hukum dalam kegiatan tersebut.
Baca Juga:Akal-akalan Peredaran Tramadol Ilegal di Jatim, Dijual di Marketplace Jadi Sparepart
"Kami mengapresiasi kolaborasi dalam razia gabungan ini sebagai bentuk komitmen bersama mendukung program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan menuju Lapas Kediri yang zero narkoba," ujarnya.
Gatot mengatakan razia gabungan dan tes urine akan menjadi bagian dari pengawasan rutin Lapas Kediri. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban sekaligus memastikan proses pembinaan WBP berjalan optimal.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya Lapas Kediri menjalankan program Zero Halinar, yakni bebas dari telepon seluler, pungutan liar, dan narkoba, serta mendukung program akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
[ANTARA]