- Sepasang batu yoni di Situs Pocangan, Jember, dilaporkan hilang pada tanggal 22 September 2026.
- Disporabudpar Jember telah melaporkan hilangnya benda cagar budaya tersebut kepada Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Timur.
- DPRD Jember meminta pemerintah daerah memperbarui data inventaris serta merevisi peraturan daerah pelestarian cagar budaya.
SuaraJatim.id - Dua benda purbakala berupa batu yoni di Situs Pocangan, Desa Pocangan, Kecamatan Sukowono, Kabupaten Jember, Jawa Timur, dilaporkan hilang.
Hilangnya dua artefak yang diduga merupakan benda cagar budaya itu memicu desakan agar pemerintah daerah memperkuat perlindungan terhadap situs-situs bersejarah.
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kepemudaan dan Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Jember Agung membenarkan hilangnya dua batu yoni tersebut.
“Memang benar sepasang batu yoni di Situs Pocangan hilang. Kami sudah mengecek ke sana dan batu yoni tersebut sudah tidak ada,” kata Agung saat dikonfirmasi di Jember, Kamis (24/9/2026).
Baca Juga:Jember Mau Utang Rp786 Miliar, PDIP Ngamuk dan Boikot Sidang Paripurna
Menurut Agung, informasi awal mengenai hilangnya dua yoni tersebut disampaikan aktivis sejarah lokal, RZ Hakim. Tim Bidang Kebudayaan kemudian turun ke lokasi untuk mengecek kondisi situs dan meminta keterangan warga, termasuk pemilik lahan di sekitar Situs Yoni Pocangan.
Dari keterangan seorang saksi, sekitar empat orang laki-laki pernah datang ke lokasi dengan mengaku sedang melakukan survei pohon durian. Salah seorang di antaranya disebut melakukan pengukuran terhadap dua batu yoni.
“Setelah kedatangan empat orang tersebut, keesokan harinya dua yoni yang diduga cagar budaya itu hilang,” ujar Agung.
Berdasarkan keterangan saksi, kehilangan tersebut diperkirakan terjadi sekitar Juli 2026. Namun, keberadaan dua yoni baru diketahui hilang dan dilaporkan pada Selasa (22/9/2026).
Pernah Hilang Sebelumnya
Baca Juga:Gunung Semeru Erupsi, Bandara Notohadinegoro Jember Masih Buka
Di sekitar lokasi, petugas menemukan sejumlah benda dan struktur yang diduga berkaitan dengan situs tersebut, di antaranya sisa tasbih, peralatan gerabah buatan modern, serta susunan batu bata yang diduga merupakan batu bata kuno dan menyerupai struktur punden.
Agung menyebut hilangnya benda bersejarah di lokasi tersebut bukan pertama kali terjadi. Berdasarkan keterangan warga, dua yoni tersebut sebelumnya juga pernah hilang, tetapi kemudian ditemukan kembali di lokasi lain setelah diduga ditinggalkan oleh orang yang mengambilnya.
“Kedua yoni tersebut sudah pernah hilang sekali, namun ditemukan di tempat lain karena pencurinya meninggalkan begitu saja,” katanya.
Pihak Disporabudpar Jember telah melaporkan hilangnya dua yoni tersebut kepada Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Timur. Pemerintah daerah masih menunggu arahan lembaga tersebut, termasuk kemungkinan langkah hukum untuk menindaklanjuti hilangnya benda yang diduga merupakan bagian dari cagar budaya itu.
Dua batu yoni tersebut diduga berasal dari era klasik masa Medang atau sebelum era Majapahit. Sebelumnya, benda tersebut berada di kawasan pemakaman kuno yang dikenal sebagai Asta Pocangsari atau Mocangsari.
DPRD Minta Data Cagar Budaya Dimutakhirkan