- Lu'luatun Nikmah meninggal dunia di atas sepeda motornya di Ponorogo saat hendak berobat akibat penyakit lambung.
- Polisi memastikan korban meninggal secara wajar tanpa tanda kekerasan fisik setelah melakukan pemeriksaan medis di lokasi.
- Peristiwa tragis pada Sabtu sore tersebut meninggalkan empat anak yang kini menjadi yatim piatu.
SuaraJatim.id - Sebuah pemandangan menyayat hati terjadi di tepi jalan Desa Jebeng, Kecamatan Slahung, Ponorogo, Jawa Timur. Seorang ibu bernama Lu’luatun Nikmah meregang nyawa di atas sepeda motornya saat tengah berjuang mencari pertolongan medis, Sabtu (17/10/2026) sore.
Kian memilukan, perempuan tangguh asal Desa Banggel itu menghembuskan napas terakhirnya sambil memboncengkan anak bungsunya yang masih balita berusia 3,5 tahun.
Peristiwa pilu ini bermula saat Lu'luatun mengeluhkan sakit lambung hebat yang mendadak kambuh. Menggunakan sisa-sisa tenaganya, ia memacu sepeda motor menuju rumah bidan di Desa Gombang dengan membawa serta si bungsu.
Namun, ajal datang lebih cepat. Sebelum tiba di tempat praktik medis, korban yang diduga tak sanggup lagi menahan rasa sakit menepikan motornya di depan tempat pencucian kendaraan milik warga.
Baca Juga:Teror Kabel Semrawut Makan Korban di Ponorogo: Leher Robek Tersangkut, Kasusnya Masuk Meja Polisi
Kapolsek Slahung, AKP Pitoyo, membeberkan bahwa sekitar pukul 17.00 WIB, warga setempat curiga melihat korban tak kunjung bergerak dari atas jok motornya dengan kondisi tertunduk kaku, didampingi sang balita yang kebingungan. Saat diperiksa warga, denyut nadinya sudah tidak ada.
"Informasi yang kami himpun, korban hendak berobat karena riwayat penyakit lambung. Namun, korban akhirnya ditemukan tak bernyawa di atas kendaraannya saat menepi di depan pekarangan warga," ujar AKP Pitoyo, Selasa (20/10/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Menerima laporan darurat tersebut, aparat Polsek Slahung bersama tim medis Puskesmas Slahung langsung terjun ke lokasi untuk melakukan olah TKP dan pemeriksaan medis awal.
Dari hasil visum luar serta rekam jejak riwayat kesehatan yang dikonfirmasi pihak keluarga, polisi memastikan tidak ada tanda-tanda kekerasan fisik.
"Korban dipastikan meninggal dunia secara wajar murni akibat komplikasi penyakit lambung yang dideritanya. Hal ini juga sudah dibenarkan dan diterima oleh pihak keluarga," tegas AKP Pitoyo.
Baca Juga:Petaka Mitos Turun-Temurun: Bayi di Sidoarjo Meninggal Usai Dicekoki Telur Mentah
Kepergian mendadak Lu’luatun menyisakan duka teramat dalam. Almarhumah diketahui merupakan seorang pejuang nafkah tunggal (single mother) yang membesarkan anak-anaknya seorang diri melalui usaha wiraswasta, sejak suaminya wafat setahun silam.
Kini, kepergian Lu'luatun meninggalkan empat orang buah hati yang resmi menjadi anak yatim piatu.
"Anak almarhumah ada empat. Tiga orang saat ini masih menempuh pendidikan di pondok pesantren, dan yang paling kecil berusia 3,5 tahun yang ikut dibonceng saat kejadian. Suaminya sudah meninggal dunia sekitar setahun yang lalu," pungkas Pitoyo.