SuaraJatim.id - Kedai Prasmanan Rumah Madinah di Kota Malang Jawa Timur viral setelah konsumennya mengunggah foto di media sosial.
Sebab, kedai beralamat Jalan Bunga Andong Selatan ini menggratiskan makan seumur hidup bagi penghafal Alquran.
Tak hanya itu, kedai di pusat kota ini juga gratiskan makan bagi yang puasa Senin-Kamis. Lalu, jika ada karyawan kedai yang tidak ramah dan tidak memuaskan pelayanannya, konsumen juga dibebaskan dari biaya makannya.
Pemilik kedai Dilla Aziziyah mengaku program ini memang baru dimulainya, sekitar sebulan. Motivasinya tidak lain untuk mengapresiasi penghafal kitab suci Alquran dan bagi yang berpuasa sunah Senin dan Kamis.
Hal ini dilakukannya juga terinspirasi berbagai tokoh terkenal Nasional. Mulai Bob Sadino, Abdurrahman Wahid alias Gus Dur dan Ustaz Yusuf Mansyur.
"Sering mendengar tausiah Yusuf Mansyur. Juga terinspirasi Bob Sadino maupun Gus Dur yang menekankan kekuatan sedekah tanpa mengharapkan imbalan. Intinya ndak perhitungan," kata Dilla ditemui Suara.com.
Berangkat dari itu, ASN di lingkungan Pemkab Malang ini mulai menekuni usaha kuliner tersebut. Namun, hingga saat ini belum ada ditemuinya konsumen yang mengaku penghafal Alquran.
Paling banyak adalah konsumen yang puasa Senin-Kamis. Lalu bagaimana mengetahui konsumennya itu benar-benar berpuasa. Ia pun tak mau ambil pusing.
"Husnuzan (berprasangka baik) saja. Insyaallah pasti dapat pahalanya mengapresiasi orang puasa," sambung ibu dua anak ini.
Baca Juga: Viral Kedai Madinah, Gratis Makan Seumur Hidup Bagi Penghafal Alquran
Bahkan tak jarang konsumennya sudah memesan dibungkus saat siang hari. Mengaku untuk dibuat buka puasa. Namun terkadang pula ada konsumennya yang curang. Karena konsepnya prasmanan. Mereka bebas mengambil menu. Sedangkan, nasi sepuasnya dipatok harga cuma Rp 3 ribu.
"Ya pernah ada yang saya temui curang nasi banyak ditumpuk ternyata didalamnya ada daging dan perkedel. Tapi kan saya dosa kalau bilang dan menyakiti hatinya. Jadi saya biarkan. Itu pertanggungjawabannya ya sama tahun," sambung kelahiran Malang 15 Februari 1979 silam ini.
Kesungguhannya mengelola bisnis dengan ikhlas ini juga terinspirasi dari niat untuk beribadah. Berawal sekitar 2012 silam, ia ingin mengasuh anak yatim-piatu. Ketua RT setempat membawakan sejumlah 35 daftar anak yatim dan piatu kepadanya.
"Kok banyak, padahal saya mintanya satu atau dua anak. Saya terima karena Pak RT menyakinkan saya bahwa rezeki akan mengikuti," kenangnya.
Sejumlah 35 anak anak yatim ini lantas disantuni tiap Jumat dengan menggelar istigosah dan doa bersama rutin. Beberapa minggu berlalu, ia mulai bingung karena tidak cukup untuk terus menyantuni dengan banyaknya anak. Lantas, tercetus ide membuat katering harian untuk anak kos.
"Alhamdulillah dalam setahun sudah berkembang. Sudah bisa 50 kiriman dalam sehari," ujarnya.
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
BRI Hadir untuk Korban Gempa NTT, Bangun Posko Logistik BRI Peduli
-
Operasi Karhutla Gunung Bromo TNBTS Selesai, Posko Resmi Ditutup
-
Diiming-imingi Gaji Rp9 Juta di Singapura, Tiga Calon PMI Diduga Ditampung Dua Bulan di Bondowoso
-
Kasus Tambang Ilegal Tuban Meluas, Dua Nama Dilaporkan ke Polisi
-
Tragedi Berdarah di Pademawu: Siswi SD Tewas Di Tangan Ibu Kandungnya