SuaraJatim.id - Kepolisian Daerah Jawa Timur melayangkan ultimatum kepada 21 terduga pelaku pembakaran Mapolsek Tambelangan yang kini masih buron agar bisa menyerahkan diri.
Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Luki Hermawan melalui Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan polisi memberikan batas waktu kepada 21 pelaku yang kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) untuk menyerahkan diri seusai Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah.
"Kapolda Jatim menyampaikan, 21 DPO pembakar Polsek Tambelangan Sampang diharapkan segera menyerahkan diri setelah lebaran," kata Frans Barung, Senin (3/6/2019).
Lebih lanjut Barung mengatakan, 21 DPO pembakar Polsek Tambelangan hari ini nama-namanya sudah muncul termasuk ada anam para habib dan kiai.
"Nama-nama sudah muncul termasuk habib dan kiai seperti yang kami sampaikan beberapa waktu lalu," tegasnya.
Sebelumnya, polisi telah menetapkan enam tersangka terkait kasus pembakaran Mapolsek Tambelangan, Sampang, Madura pada Rabu (22/5/2019). Mereka adalah Habib Abdul Kodir Al Hadad (AKA) dan Habib Hasan (Hn), Hadi (Hi), Supandi (Sp), Ali (Al) dan Ahmad Muhtadir (AM).
Dalam kasus ini, polisi juga masih melakukan pengembangan untuk menangkap 21 pelaku lain yang namanya sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Dari puluhan orang itu, terdapat nama-nama habaib dan ulama yang dianggap terlibat dalam kasus pembakaran polsek tersebut.
Sejauh ini, polisi menduga para buronan yang ikut membakar Mapolsek Tambelangan melarikan diri dan bersembunyi di sejumlah pondok pesantren di Sampang.
Kontributor : Achmad Ali
Baca Juga: Kerahkan Massa, Ini Tersangka Baru Kasus Pembakaran Polsek Tambelangan
Berita Terkait
-
Kerahkan Massa, Ini Tersangka Baru Kasus Pembakaran Polsek Tambelangan
-
Pembakar Polsek Tambelangan Sembunyi di Ponpes, Kapolda Jatim Ogah Sweeping
-
Tak Akan Melakukan Sweeping ke Ponpes, Polisi Minta 21 DPO Serahkan Diri
-
Kerahkan 11 Pengacara, FPI Dampingi Hukum Habib Pembakar Polsek Tambelangan
-
Selain Bakar Polsek Tambelangan, Pelaku Menjarah 10 Alat Komunikasi Polisi
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Terbongkar! Kelangkaan BBM di Jatim Ternyata Ulah Mafia: Negara Boncos Rp35 M, Pelaku Dijerat TPPU
-
Banjir Lahar Hujan Semeru Over Skala Terjang Lumajang, Satu Dusun Terisolir Total
-
Bukannya Dapat Penghargaan, 7 Polisi Penangkap 3 Legislator Gerindra Malah 'Dibuang' ke Polsek
-
Pendampingan Tim Patriot Brawijaya Bikin Warga Klamono-Segun Mandiri
-
Dua Kos di Surabaya Jadi Tempat Simpan Sabu, Pengedar Raup Untung Rp500 Ribu per Gram