SuaraJatim.id - Nama swalayan Orchid tidak asing bagi Warga Kota Gresik, Jawa Timur di tahun 1990-an hingga tahun 2000-an. Swalayan super lengkap itu kerap menjadi tujuan masyarakat untuk membeli kebutuhan rumah tangga dan lainnya kala itu.
Namun pada Minggu (9/6/2019), bangunan bekas swalayan besar, yang kini menjadi gudang garmen, di Jalan Dr Soetomo 44 itu terbakar hebat. Hingga meludeskan semua isi di dalamnya. Diduga kebakaran terjadi akibat konsleting arus listrik di lantai dua gudang.
Seorang warga yang tinggal di dekat lokasi gedung, Mulyadi (49) mengatakan sebelum api menjalar ke rumahnya dan rumah warga, Ia dan warga berusaha memadamkan api dengan alat seadanya.
Pada waktu bersamaan, pihak pemadam kebakaran sigap memadamkan kobaran api. Meskipun mengalami kesulitan dan membutuhkan waktu hingga 17 jam untuk menjinakkan kobaran api.
Baca Juga: Gudang Garmen di Gresik Dilalap Api, Pemilik Merugi Rp 5 Miliar
"Rumah saya persis di belakang bangunan ini, kebakaran terjadi sekitar jam 14.00 wib, kalau saja pihak pemadam tidak sigap, saya khawatir api akan menjalar ke rumah saya dan rumah lainnya yang ada di sekitar. Beruntung api bisa di padamkan petugas PMK," kata Mulyadi yang rumahnya persis berada di belakang gudang garmen kepada suara.com, Senin (10/6/2019)
Mulyadi menceritakan bangunan gudang garmen yang terbakar itu dulunya merupakan gedung perbelanjaan swalayan Orchid yang sangat terkenal di kota Gresik sebelum pindah ke gedung baru di sisi utara sekaligus berganti nama menjadi Zigma.
Dulu, lanjutnya, semua warga Gresik jika berbelanja selalu ke gudang yang terbakar (Orchid) itu sebelum ada swalayan besar masuk Gresik.
"Seingat saya, dulu sekitar tahun 1992-2010, gudang ini swalayan namanya Orchid terbesar di kota Gresik. Sebelum ada swalayan besar seperti Ramayana, Matahari dan Hypermart ada di sini," kata Kaji Mul sapaan akrabnya.
Setelah pindah, gudang eks-swalayan Orchid yang terbakar tersebut dijadikan gudang garmen oleh pemiliknya sejak tahun 2010-an. Produksi garmen yang dihasilkan berupa celana jeans dengan memperkerjakan banyak karyawan.
Baca Juga: Mapolres Lampung Selatan Terbakar, 38 Tahanan Dievakuasi ke Lapas Terdekat
"Sebelum pindah ke gedung baru di samping utaranya, warga sini tahunya swalayan Orchid soalnya dari tahun 1990 sampai 2000-an. Kemudian dijadikan gudang garmen oleh pemiliknya tahun 2010-an. Karyawannya juga banyak, ada puluhan," ujarnya.
Berita Terkait
-
Apa Itu Visa F-2? Hadiah Sugianto, WNI Jadi Penyelamat saat Kebakaran Hutan di Korea Selatan
-
Kisah Heroik Sugianto, WNI yang Jadi 'Pahlawan' dalam Tragedi Kebakaran Korea Selatan
-
Bandara Soetta Bantah Isu Kebakaran, Deputi Komunikasi Sebut Ada Pabrik Plastik yang Terbakar
-
Giant Sea Wall: Solusi Banjir Rob Jakarta atau Proyek Ambisius Tanpa Dana Jelas?
-
Ritual Leluhur Berujung Tragis: Pria Ini Diduga Picu Kebakaran Hutan Terburuk dalam Sejarah Korsel
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Menghitung Ranking FIFA Timnas Indonesia Jika Menang, Imbang, atau Kalah Melawan China
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
Viral Video Detik-detik Longsor di Jalur Cangar Terjang Mobil yang Sedang Melintas
-
Kok Bisa? Mobil di Ponorogo Tiba-Tiba Berada di Tengah-Tengah Sawah
-
Miris! Istri di Blitar Dibacok Mantan Suami Saat Antarkan Anak ke Mertua
-
Mengatur Pola Makan Sehat Selama Lebaran, Ini Tips dari Dosen Gizi Universitas Airlangga
-
Antusiasme Tinggi, 75.483 Penumpang Gunakan Kereta Api pada Hari Pertama dan Kedua Lebaran 2025