SuaraJatim.id - Polda Jawa Timur memperpanjang masa penahanan Aris dan Azis, tersangka kasus mutilasi terhadap Budi Hartanto, guru tari asal Kota Kediri, Jawa Timur. Perpanjangan masa penahanan itu dilakukan karena polisi masih melengkapi bukti-bukti baru dan keterangan saksi dalam kasus tersebut.
Pengacara dua tersangka, Taufiq Dwi Kusuma mengatakan, perpanjangan masa penahanan dilakukan kepolisian pada akhir bulan Ramadan lalu.
“Polisi memperpanjang masa penahanan tersangka Aris dan Azis selama 20 hari. Alasannya, polisi perlu melengkapi bukti-bukti,” kata Taufiq seperti dikutip Beritajatim.com, Kamis (13/6/2019).
Menurutnya, alasan lain polisi menambah masa penahanan kedua tersangka, karena masih menelisik dugaan keterlibatan pelaku lain dalam kasus mutilasi Budi. Dia mengatakan, penambahan jumlah tersangka didasarkan pada hasil rekonstruksi akhir April lalu.
Dalam rekonstruksi di sejumlah lokasi berbeda itu, dimulai dari sanggar tari CK Dancer di GOR Jayabaya milik korban, diketahui adanya keterlibatan saudara salah satu tersangka. Di mana, saksi yang berpotensi menjadi tersangka ini turut menyembunyikan sepeda motor milik korban.
"Upaya penyembunyian barang bukti tersebut tidaklah dilakukan secara langsung, melainkan perintah dari tersangka. Sehingga, ia merasa takut dan melakukan hal tersebut," kata dia.
Untuk itu ia berharap ada kebijaksanaan dari pihak kepolisian untuk mempertimbangkan keikutsertaan saudara tersangka itu.
Sementara itu terkait penerapan pasal, imbuh Taufiq, kedua tersangka dijerat dengan pasal mengenai pembunuhan tanpa direncanakan. Menurut Taufiq, tidak ada hal dalam rekonstruksi waktu yang menerangkan adanya pembunuhan berencana tersebut.
Sebelumnya, seorang guru honorer SD sekaligus guru tari asal Kelurahan Tamanan, Kota Kediri ditemukan tewas di bawah jembatan Udanawu, Blitar. Jasad korban tanpa bagian kepala.
Baca Juga: Kasus Mayat Dalam Koper, Polisi Gali Unsur Pembunuhan Berencana
Pihak kepolisian akhirnya berhasil menangkap kedua pelaku pembunuhan yang tak lain, pacar sesama jenis korban dan temannya. Sementara motiv pembunuhan, karena korban meminta uang jasa hubungan sesama jenis kepada pelaku yang berujung pada tindak kekerasan.
Berita Terkait
-
Getol Kasih Upah Sehabis Bersetubuh, Pemutilasi Ngaku Cintai Budi Hartanto
-
Mayat dalam Koper, Aris dan Ajis Gantian Mutilasi Guru Tari Budi Hartanto
-
Di Warung Masakan Khas Malaysia Ini Budi Hartanto Dibunuh dan Dimutilasi
-
Pelaku Mutilasi Budi Hartanto Bohong ke Orangtua dan Bilang Koper Dijual
-
Mayat dalam Koper, Kepala Budi Hartanto Sedang Diperiksa di Labfor Kediri
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Pelembap Viva Hijau vs Kuning, Apa Bedanya? Ini Manfaat Keduanya untuk Wajah
Pilihan
-
Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Bungkam usai Viral Sarapan di Singapura
-
KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
Terkini
-
Teror Kabel Semrawut Makan Korban di Ponorogo: Leher Robek Tersangkut, Kasusnya Masuk Meja Polisi
-
Petaka Mitos Turun-Temurun: Bayi di Sidoarjo Meninggal Usai Dicekoki Telur Mentah
-
Berkedok Distributor, 3 Toko Miras di Surabaya Disegel Usai Nekat Jual Eceran ke Warga
-
Terkuak! Semburan Lumpur di Jalan Dupak Surabaya Ternyata Pipa Raksasa Petrokimia Gresik Bocor
-
Bulan Inklusi Keuangan 2026, BRI Perkuat Peran BRILink Agen di Desa: Giatkan Ekonomi Lokal